Jakarta – Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Kemen P2MI) resmi mencanangkan Gerakan Nasional Migran Aman (GNMA) di Aula Abdurahman Wahid Kantor KP2MI, Jakarta, pada Senin (18/5/2026).
Dikutip dari laman KP2MI, peresmian GNMA ini bertujuan memperkuat pelindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) secara terintegrasi, mulai dari sebelum keberangkatan, selama bekerja, hingga kembali ke tanah air.
GNMA dipastikan bukan sekadar seremoni belaka, melainkan instrumen pencegahan penempatan non prosedural berkelanjutan yang langsung menyasar akar rumput (keluarga dan desa).
Untuk menyukseskan GNMA, Kemen P2MI mendorong lima strategi utama yang komprehensif dari hulu ke hilir. Strategi tersebut diawali dengan penyebaran informasi masif guna mendominasi ruang publik dan digital dalam mengedukasi masyarakat, yang dibarengi dengan mitigasi risiko serta deteksi dini lewat pengawasan ketat di wilayah-wilayah rawan penempatan ilegal.
Selain itu, Kemen P2MI membangun kolaborasi lintas sektor bersama kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, hingga pihak swasta.
Di tingkat bawah, dilakukan akselerasi edukasi akar rumput dengan menjadikan desa sebagai simpul utama informasi melalui program Desa Migran Emas (Demimas), serta memobilisasi para purna Pekerja Migran Indonesia sebagai agen perubahan tepercaya yang mengedukasi komunitas di lingkungan mereka.
Hingga saat ini, pemerintah telah menetapkan 669 Demimas di seluruh provinsi di Indonesia yang berfungsi sebagai garda terdepan pelindungan serta pemberdayaan sosial-ekonomi masyarakat.
Menteri Mukhtarudin meminta pemerintah daerah, kepala desa, dan perangkat desa untuk mengintegrasikan gerakan ini ke dalam forum warga, seperti musyawarah desa, kegiatan PKK, hingga posyandu.
Ia juga mengetuk hati para tokoh agama untuk menyelipkan pesan migrasi aman di mimbar-mimbar ibadah, serta meminta media massa dan penggiat digital untuk terus menyebarkan informasi edukatif agar harapan masyarakat tidak dibajak oleh tipu daya sindikat.
Menutup sambutannya, Menteri P2MI secara resmi membuka jalannya gerakan nasional ini demi menjaga harkat, martabat, dan masa depan Pekerja Migran (PMI) Indonesia di luar negeri.
“Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, maka saya nyatakan “Gerakan Nasional Migran Aman” dimulai,” kata Menteri P2MI Mukhtarudin.
Muktarudin berharap gerakan ini dapat menyuarakan kebersamaan dan menghadirkan pelindungan nyata bagi seluruh PMI. Dia juga beraharap gerakan ini dapat hidup di tengah keluarga, tumbuh di desa-desa, dan menguat dalam lapisan masyarakat. Migran yang aman, demi rakyat yang sejahtera, dan untuk Indonesia yang lebih maju.
Serahkan Kartu Elektronik Pekerja Migran
Seusai menggelar acara tersebut, KP2MI secara simbolis menyerahkan Kartu Elektronik Pekerja Migran Indonesia (E-PMI) kepada tiga orang Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI).
Penyerahan kartu ini menjadi simbol nyata dari penguatan sistem pelindungan hukum, sosial, dan ekonomi, sekaligus menegaskan kesiapan layanan digital yang terintegrasi bagi para “Pejuang Keluarga”, selama bekerja di luar negeri.









