Taiwan – Kisah pilu datang dari seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Taiwan bernama Ifat Kurniasih asal Desa Jati, Kecamatan Cipunagara, Kabupaten Subang Jawa Barat.
Setelah 14 tahun mengabdikan hidupnya bekerja di negeri orang demi menjadi tulang punggung keluarga, Ifat kini harus terbaring lemah melawan keganasan kanker lidah yang mengancam nyawanya.
Hal ini disampaikan oleh Yayasan Allena Humanity Project yang berkantor di Taiwan pada 9 April 2026.
Anak Yang Berbakti Terhadap Orang Tua
Menurut Allena, selama lebih dari satu dekade, Ifat memilih jalan sunyi demi kebahagiaan orang tuanya di Indonesia. Ia merelakan masa mudanya dan mengesampingkan keinginan untuk membangun rumah tangga sendiri.
“Bagi Ifat, senyum kedua orang tuanya adalah segalanya. Namun, dedikasi tersebut kini diuji oleh cobaan kesehatan yang sangat berat,” ujarnya
Lebih lanjut Allena menjelaskan, sejak dua tahun lalu, Ifat didiagnosis menderita kanker lidah. Meski merasakan sakit yang luar biasa mendera, ia tetap memaksakan diri bekerja demi menafkahi keluarga dan membiayai pengobatannya sendiri.
“Keteguhan hatinya membawanya pada titik di mana ia harus berhutang kepada majikannya sebesar $160.000 NTD (sekitar Rp 80 juta) akibat biaya medis di Taiwan yang sangat tinggi,” jelasnya.
Kondisi Kritis dan Kendala Kepulangan
Yayasan Allena Humanity Project, lembaga kemanusiaan yang berbasis di Taiwan, melaporkan bahwa kondisi Ifat saat ini telah memasuki fase kritis. Sel kanker dilaporkan telah menyebar ke seluruh tubuh (metastasis), sehingga ia tidak lagi mampu bekerja.
Harapan Ifat saat ini hanyalah satu: pulang ke tanah air. Namun, jalan menuju kepulangan tersebut terjal.
“Utang biaya pengobatan yang menumpuk menjadi kendala utama bagi Ifat untuk bisa kembali ke pelukan keluarganya di Subang, Jawa Barat,” katanya
Kolaborasi Lintas Lembaga demi Kemanusiaan
Menanggapi situasi darurat ini, Yayasan Allena Humanity Project bergerak cepat melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait, di antaranya Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI ) di Taipei, Disnaker Subang dan Pemerintah Kabupaten Subang.
Upaya diplomasi dan birokrasi terus dilakukan agar Ifat mendapatkan solusi terbaik, baik dari sisi pelunasan kewajiban medis maupun proses repatriasi ke Indonesia guna mendapatkan perawatan yang lebih layak.
Panggilan Kepedulian: Mengetuk Pintu Hati Sesama
Yayasan Allena Humanity Project mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk ikut meringankan beban Ifat melalui donasi kemanusiaan. Dana yang terkumpul akan dialokasikan sepenuhnya untuk pelunasan utang biaya pengobatan di Taiwan, biaya perawatan medis selama masa kritis dan proses pemulangan (repatriasi) ke Indonesia.
“Ini bukan sekadar angka atau besar kecilnya bantuan, melainkan tentang rasa kemanusiaan kita untuk menyelamatkan nyawa seorang anak berbakti yang telah menghabiskan hidupnya demi orang tua,” tulis pernyataan resmi Yayasan Allena Humanity Project.
Mari kita menjadi jembatan kebaikan bagi Ifat. Setiap dukungan yang diberikan adalah secercah harapan bagi kesembuhannya dan jalan baginya untuk kembali pulang dengan martabat. Semoga kebaikan ini menjadi amal jariyah bagi kita semua.









