Tim Nusantara menorehkan prestasi membanggakan di tanah rantau. Dalam Turnamen Bola Voli Super Dome Jeddah yang digelar Era Experience pada 28–31 Januari 2026, tim yang beranggotakan para Pekerja Migran Indonesia ini berhasil meraih posisi runner up.
Kabar tersebut disampaikan oleh manajer tim, Kang Iyad, pada 3 Februari 2026.
Menurut Kang Iyad, turnamen bergengsi ini diikuti delapan akademi voli ternama di Jeddah.
Perjalanan Tim Nusantara menuju final penuh cerita heroik. Di babak penyisihan, mereka menumbangkan tuan rumah Era Experience dan tim Sharnob.
Lalu di semifinal, mereka mengalahkan Falcon, tim gabungan pemain asal Filipina dan Mesir.
Di babak final, Tim Nusantara harus mengakui keunggulan Leopard-Akademi voli yang diperkuat pemain asal Turki, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab—dengan skor 3–0.
“Meski kalah, Tim Nusantara pulang dengan medali perak dan hadiah uang sebesar SR 2000 atau sekitar Rp 8,8 juta, ujarnya.
Pelatih Ikin menambahkan, jika nama “Tim Nusantara” dipilih karena para pemainnya berasal dari berbagai daerah di Indonesia: dua dari Bima, dua dari Cianjur, dua dari Sukabumi, satu dari Lombok dan satu lagi dari Karawang.
“Mereka adalah Yuyun, Lulu, Sarah, Susi, Eka, Riri, Syifa, dan Nenah Novi. Semuanya pekerja migran yang sehari-hari bekerja sebagai Pekerja Rumah Tangga atau di sektor domestik,” terangnya.
Pelatih Ari menambahkan, untuk bisa bertanding, mereka harus berjuang meminta izin dari majikan masing-masing.
“Sehingga latihan dilakukan dengan penuh keterbatasan: setiap Jumat pagi pukul 07.00–10.00, saat para majikan masih terlelap, mereka memanfaatkan waktu itu untuk berlatih,” katanya.
Bagi Yuyun, salah satu pemain, pencapaian ini lebih dari sekadar medali. “Kami bangga, meski hanya juara kedua. Kami sudah berhasil mengalahkan banyak tim besar di Jeddah,” ujarnya dengan mata berbinar.
Kisah Tim Nusantara membawa pesan moral tentang semangat, pengorbanan, dan kebanggaan menjadi bagian dari Pekerja Migran Indonesia di tanah rantau.
Mereka membuktikan bahwa kerja keras dan tekad bisa melampaui batas, bahkan di tengah keterbatasan.









