Menu

Mode Gelap
PSP Indonesia dan EJF Bongkar Tipu Daya Biaya Perekrutan Awak Kapal Ikan Migran Persatuan Buruh Migran: Ketimpangan Lahan Paksa Jutaan Warga Desa Jadi Pekerja Migran, Laksanakan Reforma Agraria Perempuan Sukabumi Pukau Dunia Lewat Tari Jaipong di Pembukaan Asian Games 2026 Jepang Aturan Baru Perawat Lansia di HK Bikin PMI Senior Nyesek: Pengalaman Kalah Sama Selembar Kertas Neni Rosini: Mantan Pekerja Migran di Arab Saudi, Jadi Penulis Novel Digital Berprestasi Terbesar Sepanjang Sejarah, DPR Tetapkan Anggaran KP2MI Tahun 2027 Sebesar Rp3,9 Triliun

Berita

Tujuh PMI Gugur di Taiwan, KDEI Taipei Dampingi Prosesi Pemulasaran

badge-check


					Sumber | Kadir Ajicom Perbesar

Sumber | Kadir Ajicom

Zhongli – Suasana duka kembali menyelimuti komunitas Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Taiwan. Sebanyak tujuh PMI meninggal dunia di perantauan, dan prosesi pemulasaran mereka berlangsung penuh khidmat di Rumah Duka Zhongli pada Jumat, 30 Januari 2026.

Kegiatan ini difasilitasi oleh Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei bersama Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Taiwan, dengan nuansa empati dan penghormatan mendalam.

Menurut Kepala KDEI Taipei, Arif Sulistiyo, prosesi pemulasaran dilakukan sesuai tuntunan syariat Islam, mulai dari memandikan, mengkafani, hingga menshalatkan jenazah.

Para almarhum berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Di antaranya:

  1. Warnisem asal Indramayu Jawa Barat. Gugur akibat serangan jantung;
  2. Sugito Irawan asal Indramayu Jawa Barat. Gugur akibat serangan jantung,
  3. Eka Karya Setiadi asal Indramayu Jawa Barat;
  4. Iin Budiyanti asal Karanganyar Jawa Tengah. Gugur akibat sakit;
  5. Sabar asal Pemalang  Jawa Tengah;
  6. Mickyiza Mahendra asal Ngawi Jawa Timur. Gugur akibat serangan jantung;
  7. Firman Trio asal Riau. Gugur akibat serangan jantung;

“Ada yang masih proses administrasi pemulangannya berlangsung, dan ada yang dijadwalkan pemulangannya pada 5 Februari 2026,” jelas Arif.

Setibanya di Indonesia, jenazah akan difasilitasi oleh Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) hingga tiba di rumah duka masing-masing dan diserahkan kepada keluarga.

Turut hadir dalam pemulasaraan tersebut: Kepala Bidang Pelindungan WNI dan Penerangan Sosial Budaya, Novrizal, Analis Bidang Tenaga Kerja, Kadir dan Mira Caliandra, serta rekan-rekan sesama PMI juga turut memberikan doa dan penghormatan terakhir.

Arif Sulistiyo menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga para almarhum. Ia sekaligus mengingatkan seluruh PMI di Taiwan untuk menjaga kesehatan dan keselamatan diri, dengan menyeimbangkan waktu kerja dan istirahat, mengonsumsi makanan bergizi, menghindari alkohol, mematuhi aturan lalu lintas, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan bila mengalami keluhan.

Hingga akhir Januari 2026, KDEI Taipei mencatat telah menangani 21 kasus pemulangan jenazah PMI dan PMI Over stayer di Taiwan, dengan penyebab beragam mulai dari kecelakaan kerja, insiden lalu lintas, hingga sakit dan serangan jantung.

Baca Lainnya

PSP Indonesia dan EJF Bongkar Tipu Daya Biaya Perekrutan Awak Kapal Ikan Migran

24 September 2026 - 10:22 WIB

Persatuan Buruh Migran: Ketimpangan Lahan Paksa Jutaan Warga Desa Jadi Pekerja Migran, Laksanakan Reforma Agraria

23 September 2026 - 19:11 WIB

Perempuan Sukabumi Pukau Dunia Lewat Tari Jaipong di Pembukaan Asian Games 2026 Jepang

22 September 2026 - 09:48 WIB

Aturan Baru Perawat Lansia di HK Bikin PMI Senior Nyesek: Pengalaman Kalah Sama Selembar Kertas

20 September 2026 - 22:13 WIB

Neni Rosini: Mantan Pekerja Migran di Arab Saudi, Jadi Penulis Novel Digital Berprestasi

19 September 2026 - 19:13 WIB

Trending di Arab Saudi