Menu

Mode Gelap
Terjebak di Kamboja: Kisah Pilu Elinda, PMI Bogor Kelaparan dan Ingin Bunuh Diri Hari Pelaut Sedunia 2026: Menjalankan Perdagangan Dunia, Menanggung Risiko, Menunggu Kepastian Hukum Agus Gia Apresiasi Konsuler KBRI Amman Pantau Kondisi PMI Sukabumi Korban Trafficking Beban Biaya Perawatan Rp1,3 Miliar, Nurlani Akhirnya Diselamatkan Solidaritas Buruh Lintas Negara Anggota DPR Cellica Nurrachadiana Desak Disnaker Karawang Cegah Penempatan Non Prosedural Indonesia-Jerman Teken LoI Peningkatan Kapasitas CPMI Sektor Kesehatan dan Teknologi Tinggi

Berita

Tujuh PMI Gugur di Taiwan, KDEI Taipei Dampingi Prosesi Pemulasaran

badge-check


					Sumber | Kadir Ajicom Perbesar

Sumber | Kadir Ajicom

Zhongli – Suasana duka kembali menyelimuti komunitas Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Taiwan. Sebanyak tujuh PMI meninggal dunia di perantauan, dan prosesi pemulasaran mereka berlangsung penuh khidmat di Rumah Duka Zhongli pada Jumat, 30 Januari 2026.

Kegiatan ini difasilitasi oleh Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei bersama Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Taiwan, dengan nuansa empati dan penghormatan mendalam.

Menurut Kepala KDEI Taipei, Arif Sulistiyo, prosesi pemulasaran dilakukan sesuai tuntunan syariat Islam, mulai dari memandikan, mengkafani, hingga menshalatkan jenazah.

Para almarhum berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Di antaranya:

  1. Warnisem asal Indramayu Jawa Barat. Gugur akibat serangan jantung;
  2. Sugito Irawan asal Indramayu Jawa Barat. Gugur akibat serangan jantung,
  3. Eka Karya Setiadi asal Indramayu Jawa Barat;
  4. Iin Budiyanti asal Karanganyar Jawa Tengah. Gugur akibat sakit;
  5. Sabar asal Pemalang  Jawa Tengah;
  6. Mickyiza Mahendra asal Ngawi Jawa Timur. Gugur akibat serangan jantung;
  7. Firman Trio asal Riau. Gugur akibat serangan jantung;

“Ada yang masih proses administrasi pemulangannya berlangsung, dan ada yang dijadwalkan pemulangannya pada 5 Februari 2026,” jelas Arif.

Setibanya di Indonesia, jenazah akan difasilitasi oleh Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) hingga tiba di rumah duka masing-masing dan diserahkan kepada keluarga.

Turut hadir dalam pemulasaraan tersebut: Kepala Bidang Pelindungan WNI dan Penerangan Sosial Budaya, Novrizal, Analis Bidang Tenaga Kerja, Kadir dan Mira Caliandra, serta rekan-rekan sesama PMI juga turut memberikan doa dan penghormatan terakhir.

Arif Sulistiyo menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga para almarhum. Ia sekaligus mengingatkan seluruh PMI di Taiwan untuk menjaga kesehatan dan keselamatan diri, dengan menyeimbangkan waktu kerja dan istirahat, mengonsumsi makanan bergizi, menghindari alkohol, mematuhi aturan lalu lintas, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan bila mengalami keluhan.

Hingga akhir Januari 2026, KDEI Taipei mencatat telah menangani 21 kasus pemulangan jenazah PMI dan PMI Over stayer di Taiwan, dengan penyebab beragam mulai dari kecelakaan kerja, insiden lalu lintas, hingga sakit dan serangan jantung.

Baca Lainnya

Terjebak di Kamboja: Kisah Pilu Elinda, PMI Bogor Kelaparan dan Ingin Bunuh Diri

23 Juni 2026 - 15:46 WIB

Hari Pelaut Sedunia 2026: Menjalankan Perdagangan Dunia, Menanggung Risiko, Menunggu Kepastian Hukum

23 Juni 2026 - 10:20 WIB

Agus Gia Apresiasi Konsuler KBRI Amman Pantau Kondisi PMI Sukabumi Korban Trafficking

22 Juni 2026 - 10:18 WIB

Beban Biaya Perawatan Rp1,3 Miliar, Nurlani Akhirnya Diselamatkan Solidaritas Buruh Lintas Negara

20 Juni 2026 - 17:38 WIB

Anggota DPR Cellica Nurrachadiana Desak Disnaker Karawang Cegah Penempatan Non Prosedural

19 Juni 2026 - 09:50 WIB

Trending di Berita