Menu ✖

Mode Gelap
PMI Asal Karawang, Sunarti, Sakit Parah di Riyadh hingga Keluar Darah dari Hidung, Minta Bantuan Dipulangkan Ketua Umum SPMI, Sujarwo, Desak PT KSI Tanggung Jawab atas Santunan Kecelakaan Kerja ABK Tedy Hermanto Uang Puluhan Juta Raib, Pegiat PMI Japri Menteri Mukhtarudin Bantu Korban LPK Kitaro Insan Cendikia SPMI Laporkan PT Keluarga Samudera Indonesia ke Bareskrim Polri Terkait Tunggakan Hak Pelaut Migran Jejak Hitam Tentara Bayaran di Rusia: SBPI Sediakan Layanan Loker Resmi ke Rusia Blak-blakan, Menteri Mukhtarudin Bagikan Nomor HP Pribadi: Laporkan P3MI Nakal Langsung ke Saya!

Berita

Yusri Albima Usulkan 8 Kebijakan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia kepada Menteri Muktarudin

badge-check


					Yusri Albima Usulkan 8 Kebijakan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia kepada Menteri Muktarudin Perbesar

Jakarta – Ketua Angkatan Muda Bima Indonesia, Yusri Albima, membisikkan 8 usulan penting untuk memperkuat pelindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) kepada Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, pada Senin, 5 Januari 2026.

Delapan poin penting untuk penguatan perlindungan PMI tersebut yaitu:

Pertama. Pengesahan Revisi Undang Undang 18/2017. DPR RI diminta segera mengesahkan RUU tersebut dengan adendum penting yaitu definisi Bilateral Agreement dan Nota Kesepahaman (MoU) dalam Ketentuan Umum.

“Karena tiga perjanjian yang levelnya di bawah pemerintah sudah diatur yaitu: Perjanjian antar Agensi, Perjanjian antara PMI dan P3MI dan Perjanjian antara PMI dan Pemberi Kerja. Maka menambahkan Perjanjian antar Pemerintah atau Bilateral  Agreemant, harus ada,” ujarnya.

Kedua. Blueprint Tata Kelola Pelindungan PMI. KP2MI harus menerbitkan grand design tata kelola perlindungan PMI sebagai arah kebijakan jangka panjang.

Ketiga. Pembangunan 100 BLK LN/LPK LN. Sebagaimana janji Presiden Prabowo Subianto di awal memerintah, akan membangun 100 Balai Latihan Kerja Luar Negeri (BLKLN) harus direalisasikan. Setiap kabupaten/kota minimal memiliki satu BLK LN di bawah pengawasan KP2MI.
“Janji ini harus direalisasikan, tanpa mengurangi bea siswa program SMK Go Global,” usulnya.

Keempat. Penempatan PMI sebagai Program Nasional. Pemerintah diminta menetapkan penempatan PMI sebagai program nasional melalui Keputusan Presiden, dengan skema Government to Government (G to G).

Kelima. Penguatan KP2MI dengan Anggaran APBN
“Alokasi anggaran minimal Rp100 triliun diperlukan untuk memperkuat KP2MI. Dana devisa dari PMI harus kembali untuk PMI, termasuk subsidi biaya penempatan,” katanya.

Keenam. Penguatan Fungsi BP3MI
“Kepala BP3MI harus setara Eselon 2, bahkan berpangkat Brigadir Jenderal di daerah rawan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Wakil Kepala dan Sekretaris BP3MI wajib diadakan, dengan ASN berpengalaman sebagai penggerak utama,” jelasnya.

Ketujuh. Evaluasi Berkala P3MI dan LPK LN
KP2MI bersama BP3MI wajib melakukan pemeriksaan dan evaluasi setiap tiga bulan, serta sosialisasi langsung kepada calon PMI di asrama penempatan.

Kedelapan. Evaluasi Total Ditjen Pelindungan dan Pemberdayaan
“Banyak pejabat Eselon 1 dan 2 tidak memiliki sense of protection dan enggan turun ke desa. Maka pejabat yang tidak memahami perlindungan PMI segera diganti,” pungkasnya.

Yusri menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa PMI adalah Pejuang Devisa yang harus mendapat perlindungan maksimal.

Baca Lainnya

PMI Asal Karawang, Sunarti, Sakit Parah di Riyadh hingga Keluar Darah dari Hidung, Minta Bantuan Dipulangkan

7 November 2026 - 18:04 WIB

Ketua Umum SPMI, Sujarwo, Desak PT KSI Tanggung Jawab atas Santunan Kecelakaan Kerja ABK Tedy Hermanto

7 November 2026 - 17:32 WIB

Uang Puluhan Juta Raib, Pegiat PMI Japri Menteri Mukhtarudin Bantu Korban LPK Kitaro Insan Cendikia

6 November 2026 - 20:18 WIB

SPMI Laporkan PT Keluarga Samudera Indonesia ke Bareskrim Polri Terkait Tunggakan Hak Pelaut Migran

4 November 2026 - 13:20 WIB

Jejak Hitam Tentara Bayaran di Rusia: SBPI Sediakan Layanan Loker Resmi ke Rusia

4 November 2026 - 11:14 WIB

Trending di Berita