Menu

Mode Gelap
Mabes Polri dan Dirjen Imigrasi Tangkap 251 Warga Asing Pelaku Penipuan Online Kisah Vika, Caregiver Asal Ponorogo yang Jadi Penari Tradisional Populer di Taiwan Dialog Multi Pemangku Kepentingan: Membuka Jalan Perekrutan yang Adil dan Etis Menteri Mukhtarudin Gunakan Formula 60:40 Dalam Pelindungan dan Penempatan Pekerja Migran Yuswati, PMI Simpenan Sukabumi Kritis di Abu Dhabi, Keluarga Mohon Bantuan Pemulangan Akibat Ditempatkan Ilegal, Ahli Waris Tidak Dapat Santunan Kematian Rp100 juta

Berita

Abdurahman, Anak PMI Sukabumi Mencari Ibunya yang Hilang Kontak di Qatar

badge-check


					Foto Ai Yanti Hilang Kontak di Qatar Perbesar

Foto Ai Yanti Hilang Kontak di Qatar

Sukabumi – Rasa rindu seorang anak terhadap ibunya menjadi kisah pilu yang kini menyentuh hati warga Sukabumi. Abdurahman, seorang remaja dari Kampung Cikiray Kaler RT 02/RW 08 Desa Sukamanah, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, tengah berjuang mencari keberadaan sang ibu, Ai Yanti (40), yang hilang kontak selama dua tahun setelah bekerja di Qatar.

Abdurahman mengaku tidak mengetahui kapan ibunya berangkat ke luar negeri. Sejak kecil ia tinggal bersama kakek dan neneknya, sementara sang ibu hidup bersama suami barunya.

“Saya tinggal sama nenek kakek saya, ibu saya tinggal bareng ayah tiri saya. Jadi berangkat pun saya gak tau, dan ayah tiri saya gak kasih nomor ibu saya. Sekarang ayah tiri saya juga gak tau pergi ke mana,” ungkapnya dengan suara bergetar.

Diteruskan, ia juga mendapatkan potongan informasi jika pada saat proses keberangkatan ibunya itu dari Karawang.

Kehilangan kontak dengan sang ibu membuat Abdurahman merasa hampa. Dua tahun tanpa kabar, tanpa suara, tanpa keberadaan seorang ibu, menjadi beban berat yang ia pikul di usia yant masih belia itu. Kini, ia berharap para Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Qatar dapat membantu menemukan jejak ibunya.

“Saya hanya ingin tahu kabar ibu saya, apakah sehat, apakah baik-baik saja,” katanya lirih.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Umum Persatuan Buruh Migran Agus Gia menyarankan agar Abdurahman menelusuri siapa perekrut dan sponsornya.

“Saya menduga, Ai Yanti ditempatkan secara non prosedural, sehingga pemerintah tidak memiliki datanya. Oleh karena itu sebaiknya menanyakan dulu kepada perekrut dan sponsor yang memberangkatkan,” katanya pada Rabu, 31 Desember 2025.

Di tengah gelapnya informasi itu, satu hal yang pasti: kerinduan seorang anak terhadap ibunya adalah suara yang tak boleh diabaikan. Kisah ini menjadi pengingat betapa beratnya perjuangan keluarga pekerja migran, yang sering kali harus menanggung rindu dan kehilangan demi mencari penghidupan di negeri orang.

Baca Lainnya

Mabes Polri dan Dirjen Imigrasi Tangkap 251 Warga Asing Pelaku Penipuan Online

9 Mei 2026 - 15:15 WIB

Kisah Vika, Caregiver Asal Ponorogo yang Jadi Penari Tradisional Populer di Taiwan

8 Mei 2026 - 15:36 WIB

Dialog Multi Pemangku Kepentingan: Membuka Jalan Perekrutan yang Adil dan Etis

7 Mei 2026 - 21:45 WIB

Menteri Mukhtarudin Gunakan Formula 60:40 Dalam Pelindungan dan Penempatan Pekerja Migran

7 Mei 2026 - 19:53 WIB

Yuswati, PMI Simpenan Sukabumi Kritis di Abu Dhabi, Keluarga Mohon Bantuan Pemulangan

6 Mei 2026 - 14:55 WIB

Trending di Abu Dhabi UEA