Pagi ini media sosial diramaikan kabar duka tentang meninggalnya seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Hong Kong. Ernawati, PMI asal Dampit, Kabupaten Malang, Jawa Timur, dikabarkan menjadi korban kebakaran di Tai Po, Hong Kong. Ia ditemukan meninggal dunia dalam keadaan memeluk bayi majikannya. Bayi tersebut dilaporkan selamat, meski masih dalam kondisi kritis.
Sejumlah akun media sosial mengunggah kabar ini sekitar pukul 6 pagi waktu setempat. Devie Kaylaa P Cantika menuliskan:
“Bismillahirrahmanirrahim, dek surga buat jenengan. Jenengan meninggal dalam berjihad mencari nafkah untuk keluargamu. Mari sejenak kita meluangkan waktu untuk mendoakan beliau. Al-Fatihah.”
Unggahan serupa juga datang dari Ainun Salsabila:
“Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Duka dari korban kebakaran kemarin di Tai Po, Hong Kong. Mbak Ernawati asal Dampit, Malang, meninggal dunia dalam keadaan memeluk bayi majikan. Bayinya kini masih kritis. Semoga surga panggonane sampeyan mbak. Al-Fatihah,” katanya
Hartatik Naak Rantau menambahkan doa:
“Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Rest in Peace korban kebakaran di Tai Po, Hong Kong. Mbak Ernawati dari Dampit, Malang, meninggal dunia dalam keadaan memeluk bayi yang dijaga. Bayinya selamat namun kritis. Semoga Allah menempatkan beliau di Jannah-Nya. Amin,” doanya
Ungkapan duka juga datang dari Hariyani Yayan Phaynie:
“Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Gugur lagi satu pahlawan devisa asal Dampit, Malang. Beliau ditemukan tengah memeluk bayi momongannya. Kondisi beliau meninggal dunia, sedangkan bayi yang dipeluk kritis. Semoga husnul khotimah mbak. Sugeng tindak,” harapnya.
Sementara itu, Bonnie Hk-mo menyampaikan bahwa pada tengah malam tadi, ia masih berkomunikasi dengan keluarga Ernawati yang belum sepenuhnya percaya kabar tersebut.
“Saya masih WhatsApp dengan keluarganya pukul 12.04, mereka hanya minta berita yang valid. Bahkan satu jam sebelumnya saya masih komunikasi dengan Ernawati. Dia kirim data dan paspornya. Ernawati orang Dampit, Malang, kelahiran 1988, masih muda,” jelas Bonnie.
Bonnie mengimbau agar semua pihak tetap menghargai keluarga yang masih menunggu kepastian. Ia berharap informasi yang beredar bisa lebih valid, dan tetap ada mukjizat dari Tuhan Yang Maha Esa.








