Menu

Mode Gelap
Roland Kamal: Menangkap Peluang Emas Saudi Vision 2030 Tanpa Menomorduakan Pelindungan PMI Dua Dekade Mengabdi, Indonesian Family Network Terima Penghargaan Pekerja Migran Teladan 2026 Kombes Pol Ni Made Pujewati, Serahkan Dua Tersangka Penempatan PMI Ilegal ke Kejaksaan NTB KP2MI Selaraskan Narasi Tunggal Program Direktif Presiden Prabowo SMK Go Global Wakil Ketua MPR-RI, Lestari Moerdijat, Dorong Revisi UU Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) Kadin dan Asosiasi P3MI Temui KSP, Usul Skema Syarikah untuk Penempatan PMI ke Arab Saudi

Berita

Polres Nunukan Tangkap Pelaku Penempatan Ilegal ke Malaysia

badge-check


					Ilustrasi Polres Nunukan Menangkap Pelaku Penempatan Ilegal | Sumber pexel.com Perbesar

Ilustrasi Polres Nunukan Menangkap Pelaku Penempatan Ilegal | Sumber pexel.com

Nunukan – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Nunukan berhasil menangkap seorang perempuan berinisial K (46) yang diduga kuat terlibat dalam jaringan penyelundupan dan penempatan ilegal calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) ke Malaysia. Penangkapan dilakukan pada Jumat, 27 Maret 2026, di kawasan Pelabuhan Tunon Taka, Nunukan.

Penangkapan ini merupakan hasil dari serangkaian penyelidikan mendalam yang dilakukan oleh pihak kepolisian terkait praktik ilegal pemberangkatan pekerja migran.

Kapolres Nunukan AKBP Bonifasius Rumbewas, melalui Kasi Humas Ipda Sunarwan, menjelaskan bahwa pengungkapan kasus ini berawal dari kecurigaan terhadap aktivitas di pelabuhan.

“Sekitar pukul 10.45 WITA, personel kami memeriksa sepasang suami istri beserta seorang anak kecil yang gerak-geriknya mencurigakan dan diduga akan berangkat sebagai CPMI,” ujar Sunarwan, seperti dilansir dari pusaranmedia.com pada Selasa, 31 Maret 2026.

Pemeriksaan lebih lanjut mengungkap bahwa pasangan suami istri tersebut berencana bekerja di Malaysia tanpa dilengkapi dokumen resmi dan tidak melalui jalur keimigrasian yang sah.

“Mereka mengakui akan berangkat ke Malaysia tanpa dokumen yang lengkap serta tidak melalui pos pemeriksaan keimigrasian,” ungkapnya.

Modus Operandi dan Tarif Ilegal

Berdasarkan keterangan pasutri tersebut, tim Satreskrim bergerak cepat untuk mengungkap pihak yang bertanggung jawab atas pemberangkatan ilegal ini.

Hasil penyelidikan mengarah pada seorang wanita berinisial K, yang diduga berperan sebagai fasilitator utama. K kemudian berhasil diamankan di sebuah rumah kontrakan di Gang Borneo 1, Kelurahan Nunukan Timur, dan langsung dibawa ke Polres Nunukan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Dari hasil pemeriksaan, terungkap bahwa K secara sengaja memfasilitasi keberangkatan CPMI ke Malaysia melalui jalur ilegal demi meraup keuntungan pribadi. Ia mematok tarif sebesar RM1.300 per orang, atau setara dengan Rp5.512.000, untuk setiap perjalanan dari Nunukan menuju Lahad Datu, Malaysia.

Ancaman Hukuman

Atas perbuatannya, K disangkakan melanggar beberapa pasal undang-undang, yaitu Pasal 120 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian dan/atau Pasal 81 juncto Pasal 69 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun dan denda sebesar Rp 15 miliar.

Pihak Polres Nunukan menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan pengawasan dan penindakan terhadap praktik penempatan Pekerja Migran Indonesia secara ilegal. Langkah ini penting demi melindungi masyarakat dari potensi bahaya tindak pidana perdagangan orang serta eksploitasi di luar negeri.

Baca Lainnya

Roland Kamal: Menangkap Peluang Emas Saudi Vision 2030 Tanpa Menomorduakan Pelindungan PMI

24 Agustus 2026 - 16:54 WIB

Dua Dekade Mengabdi, Indonesian Family Network Terima Penghargaan Pekerja Migran Teladan 2026

21 Agustus 2026 - 15:04 WIB

Kombes Pol Ni Made Pujewati, Serahkan Dua Tersangka Penempatan PMI Ilegal ke Kejaksaan NTB

21 Agustus 2026 - 14:10 WIB

KP2MI Selaraskan Narasi Tunggal Program Direktif Presiden Prabowo SMK Go Global

20 Agustus 2026 - 14:22 WIB

Wakil Ketua MPR-RI, Lestari Moerdijat, Dorong Revisi UU Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO)

20 Agustus 2026 - 13:50 WIB

Trending di Berita