Menu

Mode Gelap
Tanpa UU Reforma Agraria, Warga Desa Kian Terdesak Jadi Pekerja Migran di Luar Negeri Perkuat Pelindungan PMI di Malaysia, BPJS Ketenagakerjaan dan PERKESO Perbarui Kerja Sama Strategis Mengubah Sampah Jadi Senyum: Kiprah Universal Volunteer Harumkan Nama Bangsa di Taiwan Menteri P2MI, Mukhtarudin, Cabut Izin PT Alfa Nusantara Perdana Akibat Penempatan Non-Prosedural Dua Tahun Putus Kontak, Warga Karawang Cari Keberadaan Diah Fitria di Taichung Taiwan APJATI dan PUSMA Gelar Program Pencocokan Peluang Kerja Malaysia – Indonesia 2026

Berita

Naik Turun Empat Lantai di Libya, Luka Sesar Liska Noviani PMI Bandar Lampung, Kambuh

badge-check


					Liska Noviani (40) PMI asal Tanjung Karang Lampung, Luka Sesarnya Kambuh Akibat Naik Turun 4 Lantai Perbesar

Liska Noviani (40) PMI asal Tanjung Karang Lampung, Luka Sesarnya Kambuh Akibat Naik Turun 4 Lantai


Tangerang — Persatuan Buruh Migran (PBM) Tangerang mendesak pemerintah segera turun tangan membebaskan Liska Noviani (40), Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Tanjung Karang Bandar Lampung yang diduga menjadi korban penempatan ilegal dan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Libya.

Pengurus Persatuan Buruh Migran Tangerang, Suyatna, mengungkapkan bahwa penderitaan Liska bermula saat ia diberangkatkan secara ilegal menuju Dubai, Uni Emirat Arab (UEA) pada Desember 2025 lalu.

Selama tiga bulan bekerja di majikan di Dubai, Liska mengalami pelecehan seksual. Naas, ketika mengadukan kejahatan tersebut ke pihak agensi lokal, ia justru dibohongi.

“Agensi berjanji memindahkan Liska ke Turki. Namun setibanya di bandara transit, Liska baru menyadari bahwa ia justru diterbangkan dan ditempatkan di Libya,” ujar Yatna saat memberikan keterangan (31/08/2026).

Kini, Liska sudah enam bulan terjebak di Libya dan dipaksa bekerja sebagai Pembantu Rumah Tangga (PRT) sendirian di rumah bertingkat empat. Kondisi fisiknya kian memprihatinkan karena kerap mengeluhkan sakit pinggang hebat akibat menaiki dan menuruni tangga rumah besar tersebut, terlebih ia memiliki riwayat operasi sesar selama tiga kali.

Lebih lanjut Yatna menegaskan bahwa pihak organisasi telah menuntut pertanggungjawaban dari sponsor yang memberangkatkan Liska, yakni Tarmizi dari Serang Banten. Namun hingga saat ini, belum ada iktikad baik maupun perkembangan berarti dari pihak sponsor, sementara Liska terus mendesak kepastian pemulangannya ke tanah air.

Lisna saat ini dalam kondisi fisik dan psikis yang terus memburuk. Liska menyampaikan permohonan terbuka kepada Presiden Prabowo Subianto, Menteri Luar Negeri, Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (PPMI), Gubernur Bandar Lampung, Walikota hingga beserta jajaran dinas terkait. Ia memohon agar pemerintah pusat dan daerah segera menyelamatkan dan memulangkannya ke Indonesia.

“Tolong saya pak, saya disini sakit, karena kerja berat, naik turun empat lantai, di rumah besar, sendirian kerja PRT, saya tidak kuat, saya minta tolong.” Pintanya.

Teman seperjuangan Liska di Libya, Ayu (38, nama samaran) mengaku bahwa Agensi penyalurnya sangat kejam, banyak yang disiksa, dan belum lama ini  sudah ada dua orang yang meninggal dunia. Ia juga berharap agar pemerintah membantu Liska yang sakitnya tambah parah.

Baca Lainnya

Tanpa UU Reforma Agraria, Warga Desa Kian Terdesak Jadi Pekerja Migran di Luar Negeri

15 September 2026 - 18:58 WIB

Perkuat Pelindungan PMI di Malaysia, BPJS Ketenagakerjaan dan PERKESO Perbarui Kerja Sama Strategis

15 September 2026 - 17:36 WIB

Mengubah Sampah Jadi Senyum: Kiprah Universal Volunteer Harumkan Nama Bangsa di Taiwan

14 September 2026 - 19:20 WIB

Menteri P2MI, Mukhtarudin, Cabut Izin PT Alfa Nusantara Perdana Akibat Penempatan Non-Prosedural

14 September 2026 - 17:45 WIB

Dua Tahun Putus Kontak, Warga Karawang Cari Keberadaan Diah Fitria di Taichung Taiwan

12 September 2026 - 17:45 WIB

Trending di Berita