Menu

Mode Gelap
Kisah Icih Yunengsih: Sehari Setelah Pemulangan dari Dubai, Melahirkan di Tanah Air Naik Turun Empat Lantai di Libya, Luka Sesar Liska Noviani PMI Bandar Lampung, Kambuh Ketum SBPI, Rahmatulloh SH, Ancam P3MI dan Manning Agency Bermasalah dengan UU PPMI dan UU Pelayaran Tanpa Potongan, SPKP PP dan PT Prima Dhani Bahari Salurkan Asuransi Rp1,5 M untuk ABK Migran   PKB Antara ROME Qq PT SIP Berakhir, AP2I Dapat 4 Principal CBA Baru dari Prancis, Rusia, Oman, dan Taiwan PSP Indonesia dan IOJI Kembangkan Aplikasi IKAN untuk Perlindungan Pelaut Awak Kapal Migran

Berita

Naik Turun Empat Lantai di Libya, Luka Sesar Liska Noviani PMI Bandar Lampung, Kambuh

badge-check


					Liska Noviani (40) PMI asal Tanjung Karang Lampung, Luka Sesarnya Kambuh Akibat Naik Turun 4 Lantai Perbesar

Liska Noviani (40) PMI asal Tanjung Karang Lampung, Luka Sesarnya Kambuh Akibat Naik Turun 4 Lantai


Tangerang — Persatuan Buruh Migran (PBM) Tangerang mendesak pemerintah segera turun tangan membebaskan Liska Noviani (40), Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Tanjung Karang Bandar Lampung yang diduga menjadi korban penempatan ilegal dan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Libya.

Pengurus Persatuan Buruh Migran Tangerang, Suyatna, mengungkapkan bahwa penderitaan Liska bermula saat ia diberangkatkan secara ilegal menuju Dubai, Uni Emirat Arab (UEA) pada Desember 2025 lalu.

Selama tiga bulan bekerja di majikan di Dubai, Liska mengalami pelecehan seksual. Naas, ketika mengadukan kejahatan tersebut ke pihak agensi lokal, ia justru dibohongi.

“Agensi berjanji memindahkan Liska ke Turki. Namun setibanya di bandara transit, Liska baru menyadari bahwa ia justru diterbangkan dan ditempatkan di Libya,” ujar Yatna saat memberikan keterangan (31/08/2026).

Kini, Liska sudah enam bulan terjebak di Libya dan dipaksa bekerja sebagai Pembantu Rumah Tangga (PRT) sendirian di rumah bertingkat empat. Kondisi fisiknya kian memprihatinkan karena kerap mengeluhkan sakit pinggang hebat akibat menaiki dan menuruni tangga rumah besar tersebut, terlebih ia memiliki riwayat operasi sesar selama tiga kali.

Lebih lanjut Yatna menegaskan bahwa pihak organisasi telah menuntut pertanggungjawaban dari sponsor yang memberangkatkan Liska, yakni Tarmizi dari Serang Banten. Namun hingga saat ini, belum ada iktikad baik maupun perkembangan berarti dari pihak sponsor, sementara Liska terus mendesak kepastian pemulangannya ke tanah air.

Lisna saat ini dalam kondisi fisik dan psikis yang terus memburuk. Liska menyampaikan permohonan terbuka kepada Presiden Prabowo Subianto, Menteri Luar Negeri, Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (PPMI), Gubernur Bandar Lampung, Walikota hingga beserta jajaran dinas terkait. Ia memohon agar pemerintah pusat dan daerah segera menyelamatkan dan memulangkannya ke Indonesia.

“Tolong saya pak, saya disini sakit, karena kerja berat, naik turun empat lantai, di rumah besar, sendirian kerja PRT, saya tidak kuat, saya minta tolong.” Pintanya.

Teman seperjuangan Liska di Libya, Ayu (38, nama samaran) mengaku bahwa Agensi penyalurnya sangat kejam, banyak yang disiksa, dan belum lama ini  sudah ada dua orang yang meninggal dunia. Ia juga berharap agar pemerintah membantu Liska yang sakitnya tambah parah.

Baca Lainnya

Kisah Icih Yunengsih: Sehari Setelah Pemulangan dari Dubai, Melahirkan di Tanah Air

1 September 2026 - 07:22 WIB

Ketum SBPI, Rahmatulloh SH, Ancam P3MI dan Manning Agency Bermasalah dengan UU PPMI dan UU Pelayaran

31 Agustus 2026 - 15:28 WIB

Tanpa Potongan, SPKP PP dan PT Prima Dhani Bahari Salurkan Asuransi Rp1,5 M untuk ABK Migran  

27 Agustus 2026 - 15:23 WIB

PKB Antara ROME Qq PT SIP Berakhir, AP2I Dapat 4 Principal CBA Baru dari Prancis, Rusia, Oman, dan Taiwan

27 Agustus 2026 - 11:50 WIB

PSP Indonesia dan IOJI Kembangkan Aplikasi IKAN untuk Perlindungan Pelaut Awak Kapal Migran

26 Agustus 2026 - 14:55 WIB

Trending di Berita