Menu

Mode Gelap
Neni Rosini: Mantan Pekerja Migran di Arab Saudi, Jadi Penulis Novel Digital Berprestasi Terbesar Sepanjang Sejarah, DPR Tetapkan Anggaran KP2MI Tahun 2027 Sebesar Rp3,9 Triliun Gempar! Podcast Faisal Soh. Bongkar Kesaksian CPMI Korban PT Cincau Ketum SPKP, Nursalim, Desak KP2MI Maksimalkan Anggaran Rp3,9 Triliun untuk Pelindungan Nyata PMI Lampung Tengah, Eka Yuliana, Beberkan Pengalaman Proses Penempatan Kerja ke Taiwan One-Forty Taiwan Gelar Survei Perlindungan Finansial Pekerja Migran Indonesia di Taiwan, Hadiah Rp3 juta

Berita

Menteri Mukhtarudin Buka Pasim Job Fair dan Program SMK Go Internasional di Sukabumi

badge-check


					Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Muktarudin pada saat konpress Pasim Job Fair 2026 Perbesar

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Muktarudin pada saat konpress Pasim Job Fair 2026

Sukabumi — Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, resmi membuka Pasim International Job Fair 2026 sekaligus meluncurkan program SMK PASIM Go Internasional di Sukabumi, Senin (27/7/2026). Ajang yang berlangsung selama dua hari ini membawa misi besar: menjembatani ribuan tenaga kerja lokal menuju panggung global.

Tak tanggung-tanggung, gelaran ini menggandeng 30 Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) dan membuka lebih dari 5.000 lowongan kerja luar negeri. Negara tujuannya pun sangat strategis, mulai dari Jepang, Korea Selatan, hingga berbagai negara di Eropa.

Langkah agresif ini menjadi angin segar bagi masyarakat Kabupaten dan Kota Sukabumi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2026, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kota Sukabumi masih menyentuh angka 8,19 persen dengan 29.871 angkatan kerja yang belum terserap. Angka ini terbilang tinggi karena berada di atas rata-rata Provinsi Jawa Barat (6,77 persen).

Menjawab Fenomena Aging Population Dunia

Menteri Mukhtarudin menegaskan bahwa Indonesia sebenarnya memiliki peluang emas di tengah fenomena penuaan populasi (aging population) yang dialami banyak negara maju. Namun, Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam mengisi peluang tersebut.

Data SIP2MI per 25 Juli 2026 mencatat, dari 301.049 lowongan kerja luar negeri yang tersedia, Indonesia baru sanggup mengisi 77.158 posisi (25,6 persen). Artinya, ada 223.891 peluang emas (74,4 persen) yang melayang karena kendala kompetensi dan penguasaan bahasa.

“Peluang kerja luar negeri yang aman dan legal menjadi solusi nyata untuk memperluas kesempatan kerja sekaligus menjawab kebutuhan pasar global,” ujar Mukhtarudin.

Kondisi ini sejalan dengan target Presiden Prabowo Subianto yang membidik pengiriman 500.000 Pekerja Migran Indonesia (PMI) terampil (medium-high skill) secara bertahap sepanjang periode 2026–2029.

Untuk mengejar target tersebut, Kementerian P2MI kini bertransformasi tak sekadar menjadi operator, tetapi juga regulator (berdasarkan Perpres No. 139/2024 dan Perpres No. 90/2019).

“Kami menjalankan program quick win ‘SMK Go Global’ bersama Kemenko Pemberdayaan Masyarakat, perluasan ‘Migran Center’ di perguruan tinggi—termasuk yang telah diresmikan di UNAS PASIM pada November 2025 lalu—serta pembentukan ‘Kelas Migran’ di berbagai provinsi,” terangnya.

Ekosistem Lengkap: Dari AI Hingga Dukungan KUR

Peluncuran Program SMK PASIM Go Internasional menjadi langkah strategis untuk menyelaraskan kurikulum vokasi lokal dengan standar industri dunia.

Para siswa dibekali kompetensi teknis, bahasa asing, sertifikasi internasional, hingga jaminan penempatan resmi.

Guna memastikan kesiapan fisik dan mental para kandidat, pameran kerja ini juga didukung oleh 30 Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) serta fasilitas psikotes gratis berbasis Kecerdasan Buatan (AI).

Tak hanya itu, kendala finansial peserta juga disolusikan lewat pembiayaan KUR PMI hasil kolaborasi dengan Bank BJB, Bank BJB Syariah, BNI, dan Bank Mega Syariah.

Atas inisiatif komprehensif ini, Mukhtarudin memberikan apresiasi tinggi kepada Yayasan PASIM yang dinilai konsisten membangun ekosistem pendidikan terintegrasi.

“Saya berharap ekosistem yang dibangun Yayasan PASIM ini dapat menjadi inspirasi bagi lebih banyak institusi pendidikan di Indonesia untuk menyiapkan generasi muda yang unggul dan siap menaklukkan pasar kerja global,” ungkapnya.

Ia pun optimistis, kolaborasi berkelanjutan ini mampu mendongkrak kualitas SDM lokal. “Kegiatan ini diharapkan menjadikan Sukabumi sebagai salah satu pusat pelatihan tenaga kerja berstandar internasional,” pungkas Mukhtarudin.

Sekjen Persatuan Buruh Migran, Agus Gia, mengaku mengapresiasi adanya kegiatan tersebut, karena Sukabumi merupakan kantong Pekerja Migran Indonesia yang diberangkatkan secara ilegal.

“Kami berharap agar, masyarakat memanfaatkan 5000 lowongan kerja luar nageri dengan jalur resmi, sehingga akan mengurangi praktik percaloan dan penempatan non prosedural,” katanya.

Baca Lainnya

Neni Rosini: Mantan Pekerja Migran di Arab Saudi, Jadi Penulis Novel Digital Berprestasi

19 September 2026 - 19:13 WIB

Terbesar Sepanjang Sejarah, DPR Tetapkan Anggaran KP2MI Tahun 2027 Sebesar Rp3,9 Triliun

19 September 2026 - 08:32 WIB

Gempar! Podcast Faisal Soh. Bongkar Kesaksian CPMI Korban PT Cincau

18 September 2026 - 23:59 WIB

Ketum SPKP, Nursalim, Desak KP2MI Maksimalkan Anggaran Rp3,9 Triliun untuk Pelindungan Nyata

18 September 2026 - 21:54 WIB

PMI Lampung Tengah, Eka Yuliana, Beberkan Pengalaman Proses Penempatan Kerja ke Taiwan

17 September 2026 - 20:06 WIB

Trending di Berita