Sukabumi – Modus penipuan dengan memanfaatkan kecemasan keluarga Pekerja Migran Indonesia (PMI) kembali terjadi.
Kali ini, menimpa Lukman (66) salah satu keluarga PMI di Kampung Pasir Kadu Desa Sukamaju Kecamatan Nyalindung Kabupaten Sukabumi. Ia nyaris menjadi korban penipuan berkedok pemulangan jenazah, usai menerima foto jenazah terbungkus kain kafan yang diklaim sebagai anaknya.
Peristiwa tersebut bermula ketika ia dihubungi oleh orang tak dikenal. Pelaku mengabarkan bahwa anaknya, Meliya (22), yang bekerja di Doha Uni Emirat Arab, telah meninggal dunia.
Untuk meyakinkan, pelaku menyertakan foto jenazah dalam balutan kain kafan ditempeli nama PMI, lalu mengirimkannya melalui media sosial Whatsapp. Setelah itu pelaku langsung meminta transfer uang sebesar Rp7 juta dengan dalih biaya pemulangan jenazah ke Tanah Air.
Panik bercampur duka, Lukman dan keluarga sempat berencana untuk menuruti permintaan pelaku. Namun, sebelum mentransfer uang yang diminta, Lukman memutuskan untuk terlebih dahulu meminta bantuan kepada tetangganya, Agus, yang merupakan pegiat Persatuan Buruh Migran.
Menerima aduan tersebut, Agus bergegas menghubungi Atase Ketenagakerjaan Kondulat Jenderal Republik Indonesia Doha, Ibu Ulfa Ulfa Mubarika, guna memastikan kebenaran informasi.
Dari hasil konfirmasi, Ulfa menegaskan bahwa pihak KJRI Doha belum pernah menerima informasi terkait meninggalnya PMI bernama Meliya.
“Saat mendengarkan penjelasnan dari Ibu Ulfa, suara ponsel sengaja di loud spreaker agar seluruh keluarga dapat mendengarkan penjelasan dari Ibu Ulfa. Sehingga dapat dipastikan bahwa informasi tersebut tidak benar,” ujar Sekjend PBM, Agus, (28/09/2026).
Menurut Agus, biasanya jika ada PMI meninggal dunia, Pihak rumah sakit memberikan informasi kepada KJRI Doha, namun berdasarkan penjelasan dari Ibu Ulfa, pihak rumah sakit tidak pernah merilis data mengenai kematian PMI tersebut.
Berkat langkah verifikasi tersebut, keluarga Lukman akhirnya membatalkan pengiriman uang kepada penipu, dan terhindar dari kerugian material.
Kasus ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat, khususnya para keluarga PMI, agar tidak langsung mempercayai kabar duka atau permintaan uang darurat dari pihak yang tidak dikenal tanpa melakukan konfirmasi ke lembaga resmi atau pihak berwenang.
“Alhamdulilah, akhirnya kami tidak tertipu, dan juga yang paling penting, anak saya tidak meninggal dunia di Doha Uni Emirat Arab,” kata Lukman seraya mengucapkan terima kasih kepada Atase Ketenagakerjaan KJRI Doha.









