Jakarta. Pasca pemebicaraan bilateral, Presiden Prabowo Subianto akan mengalokasikan anggaran sebesar Rp8 triliun untuk untuk mempersiapkan dan memberangkatkan 500 ribu Pekerja Migran Indonesia (PMI) terutama di sektor tukang las hingga pramusaji ke luar negeri.
Hal itu disampaikannya dalam sidang kabinet yang dilaksanakan pada 20 Oktober 2025. Dalam sidang itu Presiden Prabowo Subianto menegaskan akan mempersiapkan dan memberangkatkan 500 ribu Pekerja Migran Indonesia di bidang welder dan hospitality.
Oleh karenanya Presiden Prabowo Subianto menugaskan Kementerian Koordinator untuk menyiapkan hal tersebut melalui rapat koordinasi lintas kementerian.
Menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memimpin rapat koordinasi lintas kementerian untuk persiapan pengiriman 500 ribu PMI tukang las dan peramusaji.
“Dan ini memang sudah menjadi pembicaraan saat Bapak Presiden bertemu bilateral dengan berbagai negara, karena berbagai negara membutuhkan dua profesi tersebut,” ujar Airlangga Hartarto.
Program itu akan dilaksanakan dan koordinir oleh Kementerian KP2MI dengan Kementerian Ketenagakerjaan, agar sejalan dengan program pemagangan.
Dalam rakor tersebut hadir sejumlah menteri seperti Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Sekretariat Negara Prasetyo Hadi, Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, Menteri UMKM Maman Abdurrahman dan Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) Mukhtarudin.








