Menu ✖

Mode Gelap
Menguak Sisi Gelap Syarikah di Riyadh: Pekerja Migran Indonesia Dicaci, Pekerja Migran Filipina Dilindungi KMTH dan KP2MI Akan Gelar Sosialisasi dan Edukasi Keuangan bagi PMI di Hong Kong IOM Tegaskan Tak Pernah Terlibat dalam Pengembangan Bestinet ILO Menyatakan Bahwa Mereka Tidak Pernah Mendukung FWCMS Milik Bestinet Sunarti, PMI Asal Karawang Komplikasi Jantung di Arab Saudi, Diduga Diberangkatkan Meski Unfit   Perkuat Advokasi Pelindungan Perempuan Purna Migran, Balla’ta Migran Bulukumba Gelar Pelatihan Organisasi

Berita

IOM Tegaskan Tak Pernah Terlibat dalam Pengembangan Bestinet

badge-check


					IOM Tegaskan Tak Pernah Terlibat dalam Pengembangan   Bestinet Perbesar

Malaysia — Dilansir dari laman resmi iom.int, pekerja migran memainkan peran krusial dalam perekonomian dan masyarakat Malaysia.

Guna memajukan praktik perekrutan yang adil dan etis serta memperkuat perlindungan di seluruh siklus migrasi, Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) secara aktif bekerja sama dengan Pemerintah Malaysia dan berbagai pemangku kepentingan terkait.

Fokus Dukungan dan Peningkatan Kapasitas

“Secara spesifik, keterlibatan IOM di Malaysia berfokus pada dukungan terhadap kebijakan, sistem, dan praktik yang selaras dengan standar ketenagakerjaan internasional serta prioritas nasional,” ujar IOM pada 13 Mei 2026

Menurut IOM, upaya tersebut mencakup kerja sama teknis, peningkatan kapasitas, dan perluasan akses layanan bagi para pekerja migran, khususnya mereka yang berada dalam situasi rentan.

Klarifikasi Hubungan IOM dengan Bestinet dan FWCMS

Menanggapi berbagai pernyataan publik dan pemberitaan media baru-baru ini mengenai Bestinet Sdn. Bhd. serta Sistem Manajemen Terpusat Pekerja Asing atau Foreign Workers Centralized Management System (FWCMS), IOM menegaskan posisinya.

Organisasi ini mengklarifikasi bahwa mereka tidak pernah terlibat dalam perancangan, pengembangan, pengoperasian, peninjauan, maupun penilaian FWCMS, serta tidak memberikan dukungan, validasi, ataupun pengakuan apa pun terhadap sistem tersebut.

Penggunaan Panduan Perekrutan Bukan Bentuk Kemitraan

Menurut IOM, kerangka kerja dan panduan IOM mengenai perekrutan etis bersifat terbuka untuk umum dan dapat dirujuk oleh pemerintah maupun pihak lain, rujukan tersebut sama sekali tidak menyiratkan adanya bentuk dukungan, persetujuan, atau kemitraan resmi dari IOM, kecuali jika dinyatakan secara eksplisit.

Sinergi Standar Internasional dan Komitmen Malaysia

Dalam misinya, IOM berdiri sejalan dengan Organisasi Buruh Internasional (ILO) untuk mempromosikan standar perekrutan yang adil, efektif, dan berstandar internasional.

Langkah penting Malaysia meratifikasi Protokol 2014 Konvensi ILO tentang Kerja Paksa tahun 1930 pada 2022 lalu mencerminkan komitmen nyata dalam mencegah kerja paksa dan melindungi hak-hak pekerja.

“Oleh karena itu, IOM menyatakan kesiapannya untuk melanjutkan keterlibatan yang konstruktif bersama Pemerintah Malaysia, berkoordinasi dengan ILO dan mitra lainnya, demi mendukung implementasi komitmen tersebut secara nyata,” jelas IOM.

Mencegah Eksploitasi dan Jeratan Utang

Ke depan, IOM tetap teguh pada komitmennya untuk mempromosikan perekrutan yang beretika, praktik bisnis yang bertanggung jawab, serta pendekatan komprehensif guna meminimalisir risiko eksploitasi dan jeratan utang akibat perekrutan.

Langkah ini diambil sekaligus untuk memastikan para pekerja migran dapat berkontribusi secara aman dan produktif bagi perekonomian serta masyarakat Malaysia.

Berdasarkan data terbuka, Bestinet adalah sebuah perusahaan teknologi informasi asal Malaysia yang berkantor pusat di Cyberjaya, Selangor. Perusahaan ini didirikan pada 17 November 2008 oleh Aminul Islam Abdul Nor.

Layanan Utama Bestinet

Bestinet menjadi Pengembang dan pengelola Foreign Workers Centralized Management System (FWCMS / Sistem Manajemen Terpusat Pekerja Asing) yang terintegrasi dengan Sistem Imigrasi Malaysia (MyIMMs).

Sistem ini awalnya ditawarkan kepada Pemerintah Malaysia sebagai instrumen pencegahan korupsi dalam tata kelola pekerja migran.

Pengembangan Proyek Lain

Bestinet juga mengembangkan sistem Advanced Universal Recruitment Labor Platform (TURAP) yang diusulkan untuk Kementerian Sumber Daya Manusia Malaysia.

Kontroversi, Permintaan Ekstradisi Pendiri

Aminul Islam Abdul Nor, awalnya merupakan seorang pekerja migran asal Bangladesh yang datang ke Malaysia pada tahun 1988 dan kemudian memperoleh kewarganegaraan Malaysia.

Belakangan Aminul Islam menjadi subjek permintaan ekstradisi resmi dari Pemerintah Bangladesh.

Dugaan Pemerasan dan Korupsi Sistemik (Laporan Bloomberg 2026):

  1. Laporan investigasi Bloomberg News (23 Januari 2026) menyoroti korupsi dalam koridor perekrutan pekerja migran Bangladesh–Malaysia.
  2. Bestinet diduga memfasilitasi atau memungkinkan rekan Aminul Islam (Ruhul Amin) untuk memeras para pekerja migran melalui kontrol atas mekanisme perekrutan.

Kritik terhadap Sistem TURAP:

Pengembangan dan usulan penerapan platform TURAP menuai kritik keras dari berbagai pihak akibat kurangnya transparansi dan minimnya pengawasan independen terhadap operasional Bestinet.

Baca Lainnya

Menguak Sisi Gelap Syarikah di Riyadh: Pekerja Migran Indonesia Dicaci, Pekerja Migran Filipina Dilindungi

14 Oktober 2026 - 14:41 WIB

KMTH dan KP2MI Akan Gelar Sosialisasi dan Edukasi Keuangan bagi PMI di Hong Kong

14 Oktober 2026 - 13:39 WIB

ILO Menyatakan Bahwa Mereka Tidak Pernah Mendukung FWCMS Milik Bestinet

13 Oktober 2026 - 09:49 WIB

Sunarti, PMI Asal Karawang Komplikasi Jantung di Arab Saudi, Diduga Diberangkatkan Meski Unfit  

12 Oktober 2026 - 10:41 WIB

Perkuat Advokasi Pelindungan Perempuan Purna Migran, Balla’ta Migran Bulukumba Gelar Pelatihan Organisasi

10 Oktober 2026 - 17:49 WIB

Trending di Berita