Menu

Mode Gelap
Aturan Baru Perawat Lansia di HK Bikin PMI Senior Nyesek: Pengalaman Kalah Sama Selembar Kertas Neni Rosini: Mantan Pekerja Migran di Arab Saudi, Jadi Penulis Novel Digital Berprestasi Terbesar Sepanjang Sejarah, DPR Tetapkan Anggaran KP2MI Tahun 2027 Sebesar Rp3,9 Triliun Gempar! Podcast Faisal Soh. Bongkar Kesaksian CPMI Korban PT Cincau Ketum SPKP, Nursalim, Desak KP2MI Maksimalkan Anggaran Rp3,9 Triliun untuk Pelindungan Nyata PMI Lampung Tengah, Eka Yuliana, Beberkan Pengalaman Proses Penempatan Kerja ke Taiwan

Berita

Jangkar Karat Desak Manning Agency Pulangkan Jenazah Awak Kapal Migran dari Busan

badge-check


					Pengurus DPP Jangkar Karat Perbesar

Pengurus DPP Jangkar Karat

Tegal — Serikat Pekerja Jangkar Karat Indonesia alias Jangkar Karat mendesak agen pengiriman (manning agency) untuk segera bertanggung jawab atas tragedi yang menimpa dua Calon Awak Kapal Migran (AKM) Indonesia di Busan, Korea Selatan. Insiden tersebut mengakibatkan satu calon AKM meninggal dunia dan satu lainnya mengalami luka berat.

Ketua Umum Jangkar Karat, Ari Purboyo, menyatakan bahwa keluarga korban hingga saat ini masih menanti kepastian terkait informasi pemulangan jenazah, penanganan korban yang selamat, serta kejelasan perkembangan kasus.

“Perusahaan penempatan tidak boleh lepas tangan. Keluarga korban berhak memperoleh informasi yang jelas, pemulangan jenazah, dan pemenuhan seluruh hak sesuai peraturan perundang-undangan,” tegas Ari pada 27/07/2026.

Dugaan Pembatasan Kebebasan dan Kerja Paksa

Berdasarkan informasi yang dihimpun Jangkar Karat, keduanya merupakan bagian dari 20 calon Awak Kapal Migran tersebut yang hendak diberangkatkan menuju kapal penangkap ikan berbendera China.

Sebelum berlayar, mereka diinapkan dalam dua kamar di sebuah penginapan di Busan Korea Selatan. Dalam satu kamar masing-masing ada sepuluh orang.

Laporan awal mengindikasikan adanya dugaan pembatasan kebebasan bergerak terhadap para calon Awak Kapal Migran selama berada di penginapan tersebut. Kedua kamar tersebut dikunci dari luar.

Sehingga dua diantaranya nekat melarikan diri dari lantai delapan menggunakan tali darurat yang dibuat dari rangkaian selimut yang diikat menyatu. Sayangnya tali darurat itu tidak kuat menyangga beban. Akibatya satu meninggal dan satunya sekarat pada Selasa, 21 Juli 2026.

“Jangkar Karat mendorong aparat penegak hukum Korea Selatan agar mengusut tuntas dugaan ini guna memastikan ada atau tidaknya pelanggaran hak pekerja migran maupun indikasi praktik kerja paksa,”

Manning Agen Wajib Memulangkan

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Jangkar Karat, Paryanto, menegaskan bahwa kewajiban manning agency atau Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) telah diatur secara tegas dalam Pasal 27 ayat (2) UU Nomor 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia.

“Sesuai aturan tersebut, perusahaan penempatan wajib, memberitahukan kabar kematian kepada pihak keluarga, mencari informasi resmi mengenai penyebab kematian, memulangkan dan menguburkan jenazah serta memenuhi seluruh hak-hak korban sesuai ketentuan berlaku, seperti pemenuhan asuransi jaminan kematian,” katanya.

Pengawalan Kasus dan Respons Pemerintah

Jangkar Karat mengapresiasi langkah Pemerintah dan Kepolisian Korea Selatan yang telah memberikan akses kepada Serikat Pekerja serta Organisasi Masyarakat Sipil atau Non Goverment Organisation (NGO) setempat untuk menjenguk korban yang selamat dan masih dirawat di rumah sakit.

Di dalam negeri, Pemerintah Daerah melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Cirebon juga telah bertindak cepat. Respons ini dipicu oleh laporan Kepala Desa Barisan, Kecamatan Losari, setelah menerima pengaduan dari keluarga korban.

“Disnaker Cirebon telah menyurati Direktur Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri serta Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Kemen P2MI) untuk mengawal penanganan kasus ini,” jelas Paryanto

Jangkar Karat memastikan akan terus berkoordinasi dengan jaringan Serikat Pekerja dan Organisasi Masyarakat Sipil di Korea Selatan untuk memantau kasus ini hingga seluruh hak korban terpenuhi dan proses hukum berjalan secara transparan.

Baca Lainnya

Aturan Baru Perawat Lansia di HK Bikin PMI Senior Nyesek: Pengalaman Kalah Sama Selembar Kertas

20 September 2026 - 22:13 WIB

Neni Rosini: Mantan Pekerja Migran di Arab Saudi, Jadi Penulis Novel Digital Berprestasi

19 September 2026 - 19:13 WIB

Terbesar Sepanjang Sejarah, DPR Tetapkan Anggaran KP2MI Tahun 2027 Sebesar Rp3,9 Triliun

19 September 2026 - 08:32 WIB

Gempar! Podcast Faisal Soh. Bongkar Kesaksian CPMI Korban PT Cincau

18 September 2026 - 23:59 WIB

Ketum SPKP, Nursalim, Desak KP2MI Maksimalkan Anggaran Rp3,9 Triliun untuk Pelindungan Nyata

18 September 2026 - 21:54 WIB

Trending di Berita