Menu

Mode Gelap
PMI Lombok Utara Kritis di Arab Saudi, Relawan Galang Dana untuk Biaya Pengobatan Rp31 Juta Polres Nunukan Tangkap Pelaku Penempatan Ilegal ke Malaysia Pekerja Migran Kaburan di Qatar, Dilacurkan oleh Jaringan Germo PMI Korban Perusahaan Penipuan Online Kamboja, Temui Pahlawan Yang Memulangkannya Lusa, Jenazah PMI Serang, Siti Muijah, Dipulangkan dari Arab Saudi Pasca Dugaan Kekerasan Agensi Kementerian P2MI Cabut Izin PT Tulus Widodo Putra

Arab Saudi

PMI Lombok Utara Kritis di Arab Saudi, Relawan Galang Dana untuk Biaya Pengobatan Rp31 Juta

badge-check


					Febrianti (krir) dan Wija Perbesar

Febrianti (krir) dan Wija

Riyadh, Arab Saudi – Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, bernama Wija (24) tengah berjuang melawan kondisi kritis di Riyadh, Arab Saudi. Ia membutuhkan bantuan biaya perawatan sebesar SAR9 ribu atau sekitar Rp40,6 juta. Bantuan ini tengah diupayakan oleh seorang relawan PMI asal Sumbawa, Febrianti, yang akrab disapa Febi.
Wija telah dirawat di Ali bin Ali Hospital sejak 25 Maret 2026. Akibat penyakitnya, Wija terpaksa menjalani operasi besar yang dilakukan pada pukul 19.00 waktu setempat dan berjalan lancar. Hingga kini, Wija telah menjalani perawatan selama 8 hari di rumah sakit.
“Alhamdulillah, setelah operasi Wija selamat dan menjalani rawat inap. Namun, saat ini ia dihadapkan pada persoalan tagihan rumah sakit sebesar SAR15 ribu,” jelas Febi, Rabu (1/4/2026).
Peristiwa ini pertama kali diketahui pada Rabu, 25 Maret 2026, ketika teman sekamar Wija menemukannya tergeletak tak sadarkan diri dalam kondisi memprihatinkan. Tanpa menunda, Wija segera dilarikan ke Ali bin Ali Hospital.
Setibanya di rumah sakit, tim medis memberikan penanganan darurat. Setelah pemeriksaan intensif, dokter menyatakan kondisi Wija kritis dan memerlukan operasi segera untuk menyelamatkan nyawanya. Dengan persetujuan temannya, operasi pun dilaksanakan.
“Saat ini, pasien masih tertahan di rumah sakit karena ketidakmampuan membayar biaya pengobatan. Setiap hari bertambah beban biaya. Hingga hari ke-7, total tagihan membengkak menjadi SAR14 ribu, angka yang sangat berat bagi PMI. Kami sudah meminta keringan menjadi SAR9 ribu. Sementara Uang yang tersedia hanya SAR2.000, sehingga ada kekurangan sebesar SAR7 ribu lagi (Rp31 juta),” tambah Febi.
Menanggapi kondisi darurat ini, para relawan dan teman-teman Wija memohon perhatian serta bantuan dari Pemerintah Indonesia dan para dermawan.
“Kami berharap adanya dukungan kemanusiaan agar Mbak Wija segera mendapatkan bantuan finansial untuk melunasi biaya perawatan,” harap Febi.
Febi menambahkan, permohonan ini diajukan demi kemanusiaan dan untuk membantu sesama warga negara yang tengah berada dalam kesulitan.
“Bantuan dapat ditransfer ke BRI No. 4771 0103 7941 531 Atas Nama: Febrianti. Atas perhatian dan bantuan yang diberikan, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya, semoga Allah SWT membalas dengan balasan berlipat,” pungkas Febi.

Baca Lainnya

Polres Nunukan Tangkap Pelaku Penempatan Ilegal ke Malaysia

1 April 2026 - 15:20 WIB

Pekerja Migran Kaburan di Qatar, Dilacurkan oleh Jaringan Germo

31 Maret 2026 - 17:54 WIB

PMI Korban Perusahaan Penipuan Online Kamboja, Temui Pahlawan Yang Memulangkannya

30 Maret 2026 - 23:25 WIB

Lusa, Jenazah PMI Serang, Siti Muijah, Dipulangkan dari Arab Saudi Pasca Dugaan Kekerasan Agensi

30 Maret 2026 - 19:32 WIB

Kementerian P2MI Cabut Izin PT Tulus Widodo Putra

30 Maret 2026 - 17:05 WIB

Trending di Berita