Lebih dari 50 organisasi masyarakat sipil internasional, yang dikoordinasikan oleh Tenaganita, North South Initiative, dan Migrant88, mengeluarkan seruan mendesak untuk gencatan senjata di wilayah Asia Barat (Timur Tengah).
Langkah ini diambil menyusul meningkatnya risiko kematian dan keselamatan bagi jutaan pekerja migran di tengah eskalasi konflik militer yang kian memanas.
Ancaman Nyata di Zona Konflik
Eskalasi militer di wilayah tersebut telah memakan ribuan korban jiwa. Data sementara menunjukkan sedikitnya 1.255 orang tewas di Iran dan ratusan lainnya di Lebanon, Israel, serta negara-negara Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) seperti Kuwait, UEA, dan Arab Saudi.
Pekerja migran asal Asia Selatan, Asia Tenggara, dan Afrika menjadi kelompok yang paling rentan. Laporan awal menunjukkan sekitar 1.100 warga asing terluka. Namun, jumlah pasti sulit diverifikasi karena data korban jarang dipisahkan berdasarkan status kewarganegaraan atau pekerjaan.
Hambatan Evakuasi dan Diskriminasi
Koalisi menyoroti adanya kesenjangan perlindungan yang tajam. Saat ekspatriat kelas atas dapat dievakuasi dengan pesawat pribadi, pekerja berupah rendah justru terjebak karena beberapa faktor:
- Sistem Kafala: Ikatan kerja yang membatasi mobilitas dan izin keluar.
- Kendala Dokumen: Banyak paspor pekerja masih ditahan oleh majikan.
- Jeratan Utang: Biaya keberangkatan yang tinggi membuat pekerja enggan pulang sebelum melunasi utang.
- Isolasi Informasi: Peringatan dini rudal seringkali tidak tersedia dalam bahasa yang dipahami pekerja.
Kasus memprihatinkan juga ditemukan pada sektor domestik, di mana pekerja rumah tangga dilaporkan ditinggalkan di rumah-rumah pribadi setelah majikan mereka melarikan diri ke luar negeri.
Rekomendasi Mendesak
Untuk mencegah tragedi kemanusiaan yang lebih besar, koalisi mengajukan sejumlah tuntutan kepada pemerintah dan lembaga internasional:
- Gencatan Senjata Segera: Menghentikan operasi militer untuk melindungi warga sipil.
- Mekanisme Repatriasi Darurat: Memfasilitasi kepulangan aman tanpa hambatan izin keluar atau biaya transportasi yang tidak wajar.
- Sistem Perlindungan Inklusif: Menyediakan tempat penampungan dan informasi darurat multibahasa bagi seluruh pekerja tanpa memandang status migrasi.
- Larangan Pekerjaan Berbahaya: Memastikan migran tidak dipaksa membersihkan puing konflik tanpa pelatihan dan alat pelindung diri.
Kewajiban Moral dan Hukum
Pekerja migran mendominasi populasi di banyak negara Teluk, mencapai 80–90% di UEA dan Qatar. Meski menjadi tulang punggung ekonomi, mereka sering tidak terlihat dalam rencana tanggap darurat nasional.
“Pekerja migran adalah warga sipil, bukan kombatan. Melindungi mereka adalah kewajiban hukum internasional sekaligus tanggung jawab moral yang tidak boleh ditawar,” tegas Adrian koordinator koalisi.
Daftar Koalisi Sipil Internasnional Desak Gencatan Senjata di Asia Barat, Lindungi Pekerja Migran:
- Migrant88-Belgia/Global
- Tenaganita – Malaysia.
- Inisiatif Utara-Selatan Malaysia
- Persatuan Buruh Migran (PBM)
- Aliansi Migran Internasional (IMA)-Global
- Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) – The Union of Indonesian Migrant Workers Indonesia
- Saya orang Malaysia (SABM) Malaysia
- Peneliti Independen Internasional
- Migrant CARE Indonesia
- Yayasan Chow Kit Malaysia
- AMMPO (Asian Migrant Platform Organization) Malaysia
- ARWO (Organisasi yang Dipimpin Pengungsi) Malaysia
- Kolektif SIUMAN – Malaysia.
- Agora Society Malaysia – Malaysia
- Koalisi Petani Asia (APC) Asia (Regional)
- Persatuan Pelaut Nasional Semenanjung Malaysia (NUSPM) – Malaysia
- Organisasi Etnis Myanmar (MEO) – Malaysia
- Koalisi Buruh Migran Berdaulat Indonesia
- Asosiasi Pelayanan Rakyat Taiwan
- Asosiasi Tukang Bangunan dan Kayu Internasional (BWI) Asia Pasifik
- Gerakan Persekutuan Profesional Katolik Bangladesh (BGCPM)-Bangladesh
- Pengacara Kamek – Malaysia
- Rohingya Society in Malaysia (RSM) – Malaysia
- ALTSEAN-Burma (Jaringan Alternatif ASEAN tentang Burma) – Asia Tenggara (Regional)
- IMAN Research Berhad Malaysia
- GEFONT Malaysia (Federasi Umum Serikat Buruh Nepal – Cabang Malaysia) – Malaysia
- Garabdaag Malaysia
- Organisasi Hak Asasi Manusia Etnis Rohingya Myanmar Malaysia (MERHROM) – Malaysia
- Layanan Pengembangan Masyarakat (CDS) – Sri Lanka
- Tulong Initiative Inc. Filipina.
- Aliansi Pengungsi Chin – Malaysia
- Bangladesh Nari Sramik Kendra (BNSK) – Bangladesh.
- CARAM Asia (Koordinasi Penelitian Aksi tentang AIDS dan Mobilitas) Asia (Regional)
- Sahabat Perempuan Selangor (PSWS) Malaysia
- OKUP-Bangladesh









