Menu

Mode Gelap
Tanpa UU Reforma Agraria, Warga Desa Kian Terdesak Jadi Pekerja Migran di Luar Negeri Perkuat Pelindungan PMI di Malaysia, BPJS Ketenagakerjaan dan PERKESO Perbarui Kerja Sama Strategis Mengubah Sampah Jadi Senyum: Kiprah Universal Volunteer Harumkan Nama Bangsa di Taiwan Menteri P2MI, Mukhtarudin, Cabut Izin PT Alfa Nusantara Perdana Akibat Penempatan Non-Prosedural Dua Tahun Putus Kontak, Warga Karawang Cari Keberadaan Diah Fitria di Taichung Taiwan APJATI dan PUSMA Gelar Program Pencocokan Peluang Kerja Malaysia – Indonesia 2026

Berita

18 Tahun Hilang di Malaysia, Emak Dati Berharap Pejabat Bantu Temukan Enung Karsita

badge-check


					Foto Emak Dati dan Enung Karsita | Sumber Paryanto Uslan Perbesar

Foto Emak Dati dan Enung Karsita | Sumber Paryanto Uslan

Bandung — Suasana duka dan penantian panjang menyelimuti kehidupan Dati, seorang ibu yang kini telah berusia renta asal Desa Karamat Mulya, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Selama 18 tahun, Dati hidup dalam bayang-bayang kerinduan dan ketidakpastian memikirkan nasib putri kandungnya, Enung Karsita, yang berangkat mengadu nasib ke Malaysia dan hilang kontak hingga saat ini.

Enung Karsita (44) sudah tak pernah lagi memberi kabar sejak melangkahkan kaki ke Negeri Jiran pada tahun 2008 lalu.

Dalam kondisi fisiknya yang makin dimakan usia, Dati menyampaikan permohonan terbuka kepada para pejabat pemerintah, instansi terkait, hingga perwakilan RI di Malaysia untuk membantu melacak keberadaan sang buah hati.

“Bapak, Mak Dati minta tolong, anak emak kerja di Malysia, bernama Enung Karsita, semoga pulang lagi, semoga ketemu, di Malaysianya sudah 18 tahun, semoga emak punya milik menemuinya, terima kasih sebelumnya, alhamdu lillah,” tutur Dati penuh harap dalam bahasa Sunda (10/08/2026).

Titik Terang dari Selembar Amplop Tua

Menurut Ketua Harian Asosiasi Purna Pekerja Migran Indonesia (AP2MI)Paryanto Uslan, di tengah kebuntuan informasi tersebut, titik terang mulai bermunculan.

“Tadi siang, sebuah amplop lama milik Enung berhasil ditemukan. Amplop tersebut memuat petunjuk alamat terakhir yang pernah berhubungan dengannya di Malaysia: No. 10 Jln. PP 51 Sek Syen 2, TMN Pinggiran Putera Seri Kembangan 43300 Selangor,” ungkapnya

Penemuan dokumen ini memberikan secercah harapan baru bagi keluarga untuk menelusuri jejak keberadaan Enung di wilayah Selangor.

Sorotan dan Tanggapan Warganet Pekerja Migran

Beredarnya kabar penemuan alamat tersebut memicu simpati mendalam sekaligus ragam spekulasi dari komunitas Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang saat ini bekerja di Malaysia. Banyak warganet yang mencoba menganalisis situasi yang mungkin dialami Enung selama 18 tahun menghilang.

Seorang warganet bernama Mamah Andri Ajh menduga ada kemungkinan faktor keluarga dan kendala dokumen administrasi yang membuat Enung sulit kembali ke tanah air.

“Dia berangkat masih muda, kemungkinan besar sudah berkeluarga di sini. Apalagi kalau sudah ada anak, pasti sangat susah mau balik ke Indonesia terkait masalah dokumen. Kecuali kalau tega meninggalkan anak. Kakak bos saya saja menjadi pengajar di sekolah anak terlantar karena orang tua mereka pulang ke negara asal,” tulisnya dalam kolom komentar.

Sementara itu, pandangan lain disampaikan oleh Dewi Masitoh yang menyoroti potensi pelanggaran hak pekerja dan pengekangan oleh pihak majikan atau agensi.

“Bisa jadi dia diperlakukan tidak manusiawi oleh majikan dan agensinya, sehingga akses komunikasi tidak diberikan. Kasus isolasi dan penahanan komunikasi seperti itu jujur masih saja ada sampai saat ini di Malaysia,” ujar Dewi.

Kini, pihak keluarga hanya bisa berharap alamat di Selangor tersebut dapat segera ditindaklanjuti oleh pihak berwenang, organisasi perlindungan pekerja migran, maupun jaringan masyarakat Indonesia di Malaysia, agar penantian panjang seorang ibu tua di Soreang ini berakhir bahagia

Baca Lainnya

Tanpa UU Reforma Agraria, Warga Desa Kian Terdesak Jadi Pekerja Migran di Luar Negeri

15 September 2026 - 18:58 WIB

Perkuat Pelindungan PMI di Malaysia, BPJS Ketenagakerjaan dan PERKESO Perbarui Kerja Sama Strategis

15 September 2026 - 17:36 WIB

Mengubah Sampah Jadi Senyum: Kiprah Universal Volunteer Harumkan Nama Bangsa di Taiwan

14 September 2026 - 19:20 WIB

Menteri P2MI, Mukhtarudin, Cabut Izin PT Alfa Nusantara Perdana Akibat Penempatan Non-Prosedural

14 September 2026 - 17:45 WIB

Dua Tahun Putus Kontak, Warga Karawang Cari Keberadaan Diah Fitria di Taichung Taiwan

12 September 2026 - 17:45 WIB

Trending di Berita