Menu

Mode Gelap
IOM Indonesia Akan Gelar Pelatihan Perekrutan Adil dan Etis untuk Organisasi Masyarakat Sipil Waketum Apjati Maria Ginting: Kritik Keras Lambannya Birokrasi Penempatan PMI Ketum Aspataki Saiful Mashud: Dorong Pemerintah Maksimalkan Skema Penempatan Perseorangan Tempatkan PRT ke Arab Saudi, Kementerian P2MI Jatuhkan Sanksi PT Setia Mulia Kridatama Tim Nusantara Raih Runner Up di Turnamen Bola Voli Super Dome Jeddah Arab Saudi Kementerian P2MI Cabut Izin Tiga Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia di Bekasi

Berita

Uters Dancer Taiwan Sukses Menggelar Kegiatan Formosa Warrior Culture Festival II

badge-check


					Formosa Warrior Culture Festival II | Sumber RTISI Perbesar

Formosa Warrior Culture Festival II | Sumber RTISI

Uters Dancer Taiwan sukses menggelar festival budaya bertema Festival Budaya Pejuang Formosa II atau Formosa Warrior Culture Festival II. Kegiatan ini diselenggarakan pada Minggu, 16 November 2025 dipusatkan di halaman Museum 228.  Hal ini disampaikan oleh Pembina Uters Dancer Tawan Indriati.

Menurut Indri, festival kedua ini mempromosikan kekayaan seni budaya Indonesia di Taiwan melalui cara yang menghibur. Selain itu  menjadi alat pertukaran budaya yang bersifat edukatif dan interaktif dalam rangka menyalurkan minat dan potensi Pekerja Migran Indonesia yang menjadi mahasiswa Universitas Terbuka terhadap warisan budaya Indonesia dan budaya Taiwan.

“Minat Pekerja Migran Indonesia yang menjadi mahasiswa Universitas Terbuka disini cukup tinggi. Hal ini terlihat dari antusiasme mahasiswa dalam berbagai kegiatan budaya sebelumnya yang diselenggarakan secara terbatas.” ujarnya usai kegiatan kemarin sore.

Sementara itu menurut ketua Uters Dancer Taiwan Vika Agustina mengatakan bahwa kegiatan ini juga melibatkan partisipasi aktif dari warga lokal. Sehingga terjalin jejaring dan hubungan baik dengan komunitas seni budaya Taiwan.

 

Diteruskan, konsep acaranya dimulai dengan karnaval atau arak-arakan dari Taipei Main Station menujua Museum 228. Peserta karnaval memakai kostum adat istiadat dari Indonesia dan Taiwan, juga negara lainnya seperti Thailand, Filipina, dan Vietnam. Sepanjang karnaval diiringi dengan musik kas dari Indonesia.

Lalu kegiatan dipusatkan di Taman 228 Taipei dengan berbagai pertunjukan fashion show, musik angklung, seni suara dan tari-tarian. Ada tari tradisional Taiwan dan puncaknya diakhiri dengan pertunjukan seni budaya Reog Ponorogo.

Vika merasa bersyukur kegiatan ini mendapatkan perhatian dari para Pekerja Migran dari berbagai negara, juga warga setempat. Dia berharap kegiatan ini dapat berlanjut di tahun depan, dengan melibatkan lebih banyak peserta.

“Saya juga berterima kasih kepada tim Uters Dancer, KDEI, Kementerian Kebudayaan, seuluruh peserta festival yang tidak bisa disebutkan satu-persatu, serta para Pekerja Migran Indonesia dan negara lainnya yang turut meramaikan. Dan mohon maaf atas segala kekurangan,” pungkasnya

Baca Lainnya

IOM Indonesia Akan Gelar Pelatihan Perekrutan Adil dan Etis untuk Organisasi Masyarakat Sipil

6 Februari 2026 - 21:37 WIB

Waketum Apjati Maria Ginting: Kritik Keras Lambannya Birokrasi Penempatan PMI

5 Februari 2026 - 10:03 WIB

Ketum Aspataki Saiful Mashud: Dorong Pemerintah Maksimalkan Skema Penempatan Perseorangan

4 Februari 2026 - 17:37 WIB

Tim Nusantara Raih Runner Up di Turnamen Bola Voli Super Dome Jeddah Arab Saudi

3 Februari 2026 - 14:29 WIB

Kementerian P2MI Cabut Izin Tiga Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia di Bekasi

2 Februari 2026 - 17:54 WIB

Trending di Berita