Menu ✖

Mode Gelap
Judy Houyai, Kegiatan Pasti Ada Solusi Bersama 8 Kementerian di Hong Kong Dinilai Edan dan Gila Antara Kerakusan Agensi, Panggung Sandiwara Sosial, dan Realitas Pahlawan Devisa Ditempatkan Secara Ilegal ke Dubai, Keluarga Almarhumah Dede Nuraeni Gagal Dapatkan Santunan Rp85 Juta Sakit Parah di Kuching Malaysia, Sumiyati, PMI Asal Karawang Dipulangkan ke Pontianak Kalbar Kementerian Tenaga Kerja Taiwan Guyur Rp1 Triliun Atasi Krisis Perawat Migran Kaburan Kisah Apri, Gagal Sebagai Awak Kapal Ikan Migran, Kini Sukses Bisnis Travel Pariwisata di Malang

Berita

KP2MI Bekerja Sama dengan Kemenkop Wujudkan Koperasi Pekerja Migran Indonesia

badge-check


					Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Mukhtarudin dan Menteri Koperasi Ferry Juliantono Perbesar

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Mukhtarudin dan Menteri Koperasi Ferry Juliantono

Jakarta. Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) bekerja sama dengan Kementerian Koperasi (Kemenkop) untuk mewujudkan Koperasi Pekerja Migran sebagai instrumen keberlanjutan kerja mulai dari Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) hingga bagi para purna migran.

Menteri P2MI Mukhtarudin menekankan pentingnya kerja sama antar kementerian untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja migran.

“Kita mendorong terbentuknya Koperasi Pekerja Migran sesuai dengan harapan Kemenkop saat ini,” ujar Menteri Mukhtarudin, di Kantor Kementerian Koperasi, Jumat (31/10/2025).

Salah satu fokus utama dari Kementerian Koperasi adalah program pembentukan Koperasi Desa kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang ditargetkan mencapai 81 ribu unit di seluruh Indonesia.

Program tersebut, kata Menteri Mukhtarudin harus terintegrasi dengan 23 alai Pelayanan dan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) yang akan menjadi pusat pelatihan dan pendampingan para pekerja migran di daerah.

“Kami mohon dukungan dan siap bekerja sama dalam sosialisasi serta edukasi. Karena pekerja migran purna ini memiliki keunggulan kompetitif yakni skill, pengalaman, dan kemampuan bahasa,” pungkas Menteri P2MI Mukhtarudin.

Sementara itu, menurut Menteri Koperasi RI Ferry Juliantono, Koperasi Pekerja Migran menjadi solusi strategis Pekerja Migran Indonesia. “Uangnyanya bisa dikembangkan agar bermanfaat jangka panjang. Kami sangat mendukung KP2MI dalam pembentukan koperasi ini,” ujar Ferry.

Ferry berharap, pekerja migran purna menjadi anggota koperasi, karena mereka punya kelebihan, bahasa, pengalaman, dan bisa menjadi akselerator kemajuan pasca-penempatan.

Baca Lainnya

Judy Houyai, Kegiatan Pasti Ada Solusi Bersama 8 Kementerian di Hong Kong Dinilai Edan dan Gila

22 Oktober 2026 - 17:49 WIB

Antara Kerakusan Agensi, Panggung Sandiwara Sosial, dan Realitas Pahlawan Devisa

22 Oktober 2026 - 16:57 WIB

Ditempatkan Secara Ilegal ke Dubai, Keluarga Almarhumah Dede Nuraeni Gagal Dapatkan Santunan Rp85 Juta

21 Oktober 2026 - 19:20 WIB

Sakit Parah di Kuching Malaysia, Sumiyati, PMI Asal Karawang Dipulangkan ke Pontianak Kalbar

21 Oktober 2026 - 18:50 WIB

Kementerian Tenaga Kerja Taiwan Guyur Rp1 Triliun Atasi Krisis Perawat Migran Kaburan

20 Oktober 2026 - 21:34 WIB

Trending di Berita