Menu

Mode Gelap
Pelaksanaan Amalan Sunnah Menghidupkan Suasana Idul Fitri Momen Kepulangan Muklas, Korban Perusahaan Penipuan Online Jarnas Anti TPPO dan PBM Akan Pulangkan PMI dari Kamboja Ketua Komisi 3 DPRD Karawang Akan Pulangkan PMI Dari Kamboja Pembangunan Masjid As-Sholihin Yokohama Jepang Capai 86% KUR Penempatan PMI: Solusi atau Kegagalan Kebijakan?

Tokoh

Kecewa Iklan Gaji Korea Selatan Rp24–50 Juta, Realita PMI Beda Cerita

badge-check


					Situasi kerja di Pabrik Peleburan Korea Selatan | Sumber PMi Korsel Perbesar

Situasi kerja di Pabrik Peleburan Korea Selatan | Sumber PMi Korsel

Korea Selatan – Iklan kerja di Korea Selatan yang menjanjikan gaji fantastis Rp24–50 juta per bulan ternyata menyisakan kekecewaan bagi sebagian Pekerja Migran Indonesia (PMI). Seorang PMI dengan akun Pmi Korsel membagikan pengalamannya setelah berproses selama tiga tahun hingga akhirnya bisa bekerja di pabrik peleburan di Songjeong-dong, Korea Selatan.

Meski iklan terlihat menggiurkan, kenyataan di lapangan berbeda. “Meskipun gaji sesuai upah minimum Rp24 juta, potongannya banyak. Bersihnya tinggal Rp19 juta, dan setelah dikurangi biaya makan hanya Rp16 juta,” tulisnya. Baginya, janji manis iklan tidak sehangat kenyataan musim dingin yang menusuk hingga 3 derajat.

Namun, ia tetap menanamkan semangat dengan motto pribadi: “TKI bukan hanya pekerja, tapi pejuang yang menukar lelah demi masa depan keluarga.” Ia juga menegaskan bahwa TKI adalah singkatan dari Tenang, Kuat, Ikhlas.

Hitung-Hitungan Gaji PMI di Korea Selatan

Agar tidak menjadi korban iklan, ia membuat perhitungan realistis:

  • Kerja 8 jam per hari (24 hari/bulan): ₩2.096.270 ≈ Rp24,3 juta
  • Kerja + lembur 3 jam per hari: ₩3.337.003 ≈ Rp37,9 juta
  • Shift malam + lembur 3 jam per hari: lebih tinggi dari perhitungan lembur pagi

Dengan demikian, gaji Rp24–50 juta memang mungkin dicapai, tetapi bergantung pada jam kerja, lembur, dan jenis shift.

Unggahan tersebut memicu beragam komentar dari sesama PMI dan warganet. Ada yang menganggap Rp16 juta sudah besar: seperti Eni Aza (PMI Hong Kong): “Rp16 juta itu banyak loh.” Sicx Ska: “Sudah sangat lumayan, sisanya bisa ditabung.” Mik Mik: “Rp16 juta x 12 bulan = Rp192 juta. Itu lebih dari cukup, bersyukur dong.”

Ada juga yang mengajak untuk bersyukur. Seperti Dilya Naufalyn yang menasihati, “Disyukuri mas, badanmu pegal tapi gaji bersih Rp16 juta itu luar biasa.” katanya. Shw Ckt Hnn mendoakan, “Semoga kita semua diberi rasa syukur, sabar, ikhlas, dan kesehatan.” katanya. Begitu juga dengan pemilik akun Nsm Ke yang mengatakan, “Kalau nggak bersyukur, kebangetan.”

Ada juga yang menyuruh membandingkan dengan gaji di Indonesia. Seperti yang dikatakan oleh Luwes, “Rp16 juta kok sedikit, di Indonesia cari gaji Rp3 juta kotor aja susah.” katanya. Sementara Libero Cahwilisc, “Lumayan daripada di Indonesia, gaji Rp3 juta habis buat kos, makan, bensin, dan kebutuhan lain, ”komentarnya.

Ada juga yang membelanya dengan pertimbangan pengorbanan seperti Bayu Saputra, yang mengomentari, “Ada harga yang harus dibayar, jauh dari keluarga. Setiap keputusan pasti ada pengorbanan, jelasnya. Sifa Tani Koi dengan tegas membela, “Kalau tahu kerasnya kerja di sini, nggak akan bilang begitu bro,” tegasnya.

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya dua sudut pandang: sebagian melihat gaji Rp16 juta sebagai peluang besar dibandingkan kondisi di Indonesia, sementara sebagian lain menyoroti kerasnya kerja dan pengorbanan jauh dari keluarga.

Semangat di Balik Perjuangan

Meski kecewa dengan iklan yang terkesan berlebihan, PMI tersebut tetap menekankan pentingnya mental baja. “Jadilah TKI yang bukan hanya bekerja keras, tapi juga berpikir cerdas dan berhati ikhlas,” ujarnya.

Ia menambahkan, proses menuju Korea Selatan bukanlah hal instan. “Kalau ditanya kapan berangkat, jawabnya menunggu saat yang tepat. Kalau ditanya berapa biaya, aku sudah lupa menghitungnya. Yang ku hitung hanya berapa banyak orang yang proses, dan aku harus mampu bersaing dengan mereka.”

Tulisan ini menjadi refleksi bagi calon PMI: gaji besar di luar negeri memang nyata, tetapi ada potongan, biaya hidup, dan pengorbanan yang harus diperhitungkan. Dengan semangat Tenang, Kuat, Ikhlas, para PMI diharapkan bisa menatap masa depan dengan lebih realistis sekaligus penuh harapan.

Baca Lainnya

Ketua Komisi 3 DPRD Karawang Akan Pulangkan PMI Dari Kamboja

17 Maret 2026 - 18:55 WIB

KUR Penempatan PMI: Solusi atau Kegagalan Kebijakan?

16 Maret 2026 - 15:12 WIB

Aktivis Dorong Pembentukan Satgas Pelindungan PMI Jawa Barat

14 Maret 2026 - 14:13 WIB

PMI Undocumented Bukan Penjahat, Tapi Korban Sistem Migrasi

7 Maret 2026 - 14:22 WIB

Mengapa Indonesia Perlu Pengadilan Khusus untuk Buruh Migran?

27 Februari 2026 - 16:48 WIB

Ketum-FBuminu-Sarbumusi-Ali-Nurdin
Trending di Kebijakan