Menu

Mode Gelap
Polisi Korsel, Tetapkan Pelaut Migran Indonesia yang Meninggal Sebagai Korban Trafficking Istilah “Perseorangan” Dalam UU PPMI Dinilai Membingungkan, Harus Direvisi Layanan Visa PMI ke Turki Capai RP6,5 Juta, Garda Prabowo Ancam Demo VFS Global PM Thailand Janji ke Prabowo Percepat Pemulangan 500 WNI Korban Online Scam Garda Prabowo Ancam Demo Kemen P2MI: Buka Layanan PMI ke Arab Saudi, Tutup Penempatan Ilegal Ketum Aspataki, Saiful Mashud: Penempatan PRT ke Arab Saudi Itu Boleh, Tidak Melanggar Hukum

Tokoh

Kecewa Iklan Gaji Korea Selatan Rp24–50 Juta, Realita PMI Beda Cerita

badge-check


					Situasi kerja di Pabrik Peleburan Korea Selatan | Sumber PMi Korsel Perbesar

Situasi kerja di Pabrik Peleburan Korea Selatan | Sumber PMi Korsel

Korea Selatan – Iklan kerja di Korea Selatan yang menjanjikan gaji fantastis Rp24–50 juta per bulan ternyata menyisakan kekecewaan bagi sebagian Pekerja Migran Indonesia (PMI). Seorang PMI dengan akun Pmi Korsel membagikan pengalamannya setelah berproses selama tiga tahun hingga akhirnya bisa bekerja di pabrik peleburan di Songjeong-dong, Korea Selatan.

Meski iklan terlihat menggiurkan, kenyataan di lapangan berbeda. “Meskipun gaji sesuai upah minimum Rp24 juta, potongannya banyak. Bersihnya tinggal Rp19 juta, dan setelah dikurangi biaya makan hanya Rp16 juta,” tulisnya. Baginya, janji manis iklan tidak sehangat kenyataan musim dingin yang menusuk hingga 3 derajat.

Namun, ia tetap menanamkan semangat dengan motto pribadi: “TKI bukan hanya pekerja, tapi pejuang yang menukar lelah demi masa depan keluarga.” Ia juga menegaskan bahwa TKI adalah singkatan dari Tenang, Kuat, Ikhlas.

Hitung-Hitungan Gaji PMI di Korea Selatan

Agar tidak menjadi korban iklan, ia membuat perhitungan realistis:

  • Kerja 8 jam per hari (24 hari/bulan): ₩2.096.270 ≈ Rp24,3 juta
  • Kerja + lembur 3 jam per hari: ₩3.337.003 ≈ Rp37,9 juta
  • Shift malam + lembur 3 jam per hari: lebih tinggi dari perhitungan lembur pagi

Dengan demikian, gaji Rp24–50 juta memang mungkin dicapai, tetapi bergantung pada jam kerja, lembur, dan jenis shift.

Unggahan tersebut memicu beragam komentar dari sesama PMI dan warganet. Ada yang menganggap Rp16 juta sudah besar: seperti Eni Aza (PMI Hong Kong): “Rp16 juta itu banyak loh.” Sicx Ska: “Sudah sangat lumayan, sisanya bisa ditabung.” Mik Mik: “Rp16 juta x 12 bulan = Rp192 juta. Itu lebih dari cukup, bersyukur dong.”

Ada juga yang mengajak untuk bersyukur. Seperti Dilya Naufalyn yang menasihati, “Disyukuri mas, badanmu pegal tapi gaji bersih Rp16 juta itu luar biasa.” katanya. Shw Ckt Hnn mendoakan, “Semoga kita semua diberi rasa syukur, sabar, ikhlas, dan kesehatan.” katanya. Begitu juga dengan pemilik akun Nsm Ke yang mengatakan, “Kalau nggak bersyukur, kebangetan.”

Ada juga yang menyuruh membandingkan dengan gaji di Indonesia. Seperti yang dikatakan oleh Luwes, “Rp16 juta kok sedikit, di Indonesia cari gaji Rp3 juta kotor aja susah.” katanya. Sementara Libero Cahwilisc, “Lumayan daripada di Indonesia, gaji Rp3 juta habis buat kos, makan, bensin, dan kebutuhan lain, ”komentarnya.

Ada juga yang membelanya dengan pertimbangan pengorbanan seperti Bayu Saputra, yang mengomentari, “Ada harga yang harus dibayar, jauh dari keluarga. Setiap keputusan pasti ada pengorbanan, jelasnya. Sifa Tani Koi dengan tegas membela, “Kalau tahu kerasnya kerja di sini, nggak akan bilang begitu bro,” tegasnya.

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya dua sudut pandang: sebagian melihat gaji Rp16 juta sebagai peluang besar dibandingkan kondisi di Indonesia, sementara sebagian lain menyoroti kerasnya kerja dan pengorbanan jauh dari keluarga.

Semangat di Balik Perjuangan

Meski kecewa dengan iklan yang terkesan berlebihan, PMI tersebut tetap menekankan pentingnya mental baja. “Jadilah TKI yang bukan hanya bekerja keras, tapi juga berpikir cerdas dan berhati ikhlas,” ujarnya.

Ia menambahkan, proses menuju Korea Selatan bukanlah hal instan. “Kalau ditanya kapan berangkat, jawabnya menunggu saat yang tepat. Kalau ditanya berapa biaya, aku sudah lupa menghitungnya. Yang ku hitung hanya berapa banyak orang yang proses, dan aku harus mampu bersaing dengan mereka.”

Tulisan ini menjadi refleksi bagi calon PMI: gaji besar di luar negeri memang nyata, tetapi ada potongan, biaya hidup, dan pengorbanan yang harus diperhitungkan. Dengan semangat Tenang, Kuat, Ikhlas, para PMI diharapkan bisa menatap masa depan dengan lebih realistis sekaligus penuh harapan.

Baca Lainnya

Polisi Korsel, Tetapkan Pelaut Migran Indonesia yang Meninggal Sebagai Korban Trafficking

6 Agustus 2026 - 18:53 WIB

Istilah “Perseorangan” Dalam UU PPMI Dinilai Membingungkan, Harus Direvisi

6 Agustus 2026 - 15:39 WIB

PM Thailand Janji ke Prabowo Percepat Pemulangan 500 WNI Korban Online Scam

4 Agustus 2026 - 14:16 WIB

Banyak LPK Nakal Umbar Janji Loker Luar Negeri, Pemkab Wonosobo Turun Tangan

1 Agustus 2026 - 18:06 WIB

Tim Gabungan Polri Tangkap Leny Agustya Pelaku Penempatan Ilegal ke Kamboja

1 Agustus 2026 - 17:31 WIB

Trending di Berita