Menu

Mode Gelap
Terjebak di Kamboja: Kisah Pilu Elinda, PMI Bogor Kelaparan dan Ingin Bunuh Diri Hari Pelaut Sedunia 2026: Menjalankan Perdagangan Dunia, Menanggung Risiko, Menunggu Kepastian Hukum Agus Gia Apresiasi Konsuler KBRI Amman Pantau Kondisi PMI Sukabumi Korban Trafficking Beban Biaya Perawatan Rp1,3 Miliar, Nurlani Akhirnya Diselamatkan Solidaritas Buruh Lintas Negara Anggota DPR Cellica Nurrachadiana Desak Disnaker Karawang Cegah Penempatan Non Prosedural Indonesia-Jerman Teken LoI Peningkatan Kapasitas CPMI Sektor Kesehatan dan Teknologi Tinggi

Kebijakan

Berangkatkan Pekerja Migran ke Timur Tengah, KP2MI Segel PT Alfa Nusantara Perdana

badge-check


					Berangkatkan Pekerja Migran ke Timur Tengah, KP2MI Segel PT Alfa Nusantara Perdana Perbesar

Jakarta–Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI) resmi  menghetikan sebagian kegiatan usaha Perusahan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) PT Alfa Nusantara Perdana  (ANP) di Jalan H. Hasan, Pasar Rebo, Jakarta Timur.

Penyegelan dilakukan terbukti menempatkan pekerja migran ke negara yang masih berstatus dihentikan dan dilarang (moratorium).

Aksi penyegelan dipimpin langsung Direktur Jenderal Pelindungan KemenP2MI, Rinardi, bersama tim dari Direktorat Pelindungan.

“Setelah proses pendalaman selama beberapa bulan, kami pastikan PT Alfa Nusantara Perdana melanggar aturan dan kami hentikan sebagian kegiatan usahanya selama tiga bulan,” tegas Rinardi di lokasi (22/10/2025).

Menurut Rinardi, pelanggaran itu meliputi penempatan pekerja migran secara non-prosedural, tanpa izin resmi, dan ke wilayah Timur Tengah yang masih ditutup sejak 2015.

“Ini bukan tindakan tiba-tiba. Semua berdasarkan bukti dan proses penyelidikan mendalam,” ujarnya.

Kasus ini berawal dari laporan seorang pekerja migran asal Jakarta Timur berinisial Y, yang diberangkatkan secara ilegal. Tim KemenP2MI kemudian melakukan penyelidikan selama empat bulan dengan memeriksa dokumen, mewawancarai manajemen perusahaan, hingga menelusuri data ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI).

Dari hasil investigasi, ditemukan tiga pelanggaran utama yaitu:

  1. tidak memiliki SIP2MI (Surat Izin Penempatan Pekerja Migran Indonesia).
  2. menempatkan Pekerja Migran ke Timur Tengah yang masih dalam status moratorium.
  3. tidak menyelesaikan permasalahan Pekerja Migran yang telah ditempatkan.

“Kesempatan klarifikasi dan mediasi sudah kami berikan berkali-kali, tapi perusahaan tidak mampu memberikan penjelasan yang dapat dipertanggung jawabkan,” kata Rinrdi.

KemenP2MI juga memegang bukti berupa data dari KBRI yang menunjukkan visa Pekerja Migran Y diproses melalui PT ANP, serta surat pernyataan resmi dari Direktur Utama perusahaan yang mengakui adanya penempatan non-prosedural.

“Semua bukti sudah lengkap. Karena itu, keputusan administratif ini kami keluarkan dengan dasar yang kuat,” jelas Rinardi.

Berdasarkan Keputusan Dirjen Pelindungan Nomor 19 Tahun 2025, PT Alfa Nusantara Perdana dijatuhi sanksi administratif berupa penghentian sementara sebagian atau seluruh kegiatan usaha selama tiga bulan, terhitung sejak 30 September 2025 hingga 30 Desember 2025.

“Langkah ini menjadi peringatan bagi semua P3MI agar tidak bermain-main dengan keselamatan dan nasib pekerja migran Indonesia,” pungkas Rinardi.

Baca Lainnya

KP2MI, Akui Ada Dualisme Perizinan Dalam Tata Kelola Penempatan Awak Kapal Migran

17 Juni 2026 - 17:59 WIB

KP2MI Cabut Izin PT Putra Timur Mandiri dan PT Sultan Monarki Nusantara

12 Juni 2026 - 16:41 WIB

Dua Tahun Tak Terbangkan Calon PMI, KP2MI Jatuhkan Sanksi PT Reang Noto Bersama

12 Juni 2026 - 14:41 WIB

Gelar Sosialisasi, Bupati Tegal Tegaskan Komitmen Lindungi Awak Kapal Migran: “Jangan Tergiur Iming-Iming Jalur Ilegal!”

10 Juni 2026 - 08:30 WIB

Masuk Kabinet, Persatuan Buruh Migran Sebut Said Iqbal Penuhi 4 Syarat ‘Manusia Politik’

7 Juni 2026 - 17:54 WIB

Trending di Berita