Sekretaris Jenderal KP2MI, Dwiyono, menyampaikan pentingnya kolaborasi lintas lembaga untuk memastikan setiap kebijakan strategis pelindungan dan penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) dapat tersampaikan secara masif, tepat, dan berdampak positif di tengah masyarakat.
“Kami sangat menyadari pentingnya menyatukan dan memadukan publikasi hal-hal positif. Apa yang dikerjakan pemerintah, khususnya di KP2MI sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, harus terpublikasi secara luas dan presisi. Melalui kolaborasi dengan Bakom RI, narasi yang kita bangun akan lebih kuat, terarah, dan makin menyentuh masyarakat,” ujar Dwiyono saat menerima audiensi Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI) di Kantor KP2MI, Jakarta, Rabu (19/8/2026).
Ia menjelaskan bahwa KP2MI mengusung program prioritas SMK Go Global dengan target penempatan 500.000 PMI terampil pada periode 2026 hingga 2029, di mana target tahun 2026 mencakup 40.000 Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI). Hingga 19 Agustus 2026, pendaftaran gelombang pertama dan kedua yang dibuka melalui 23 BP3MI di seluruh Indonesia telah menyerap lebih dari 8.800 pendaftar. Program ini berlandaskan konsep Asta Mandala yang mencakup Lima Panca Sukses (Kompetensi, Pelindungan, Penempatan, Remitansi, dan Tata Kelola) serta mengusung tagline “Migran Aman, Swakarsa Sejahtera, Indonesia Maju”.
Tenaga Ahli Utama Bakom RI, Chacha Annisa, menegaskan komitmen penuh Bakom RI dalam mendukung penguatan komunikasi publik KP2MI, terutama untuk menggemakan program direktif Presiden serta pencegahan keberangkatan pekerja migran nonprosedural.
“Bakom RI siap berkolaborasi dan mengorkestrasi narasi tunggal pemerintah. Kami mendukung penuh program SMK Go Global agar menjadi pemberitaan yang inklusif dan sampai hingga tingkat tapak, sekaligus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya migrasi yang aman dan terprosedur,” ujar Chacha.
Staf Khusus Menteri Bidang Transformasi Digital dan Penguatan Pelayanan Publik, Ilham Akbar Mustafa, menekankan pentingnya penguatan konten digital dan keterlibatan media massa dalam menyampaikan pesan-pesan kunci pelindungan Pekerja Migran Indonesia.
“Amplifikasi konten serta kehadiran media secara langsung saat peninjauan pelatihan sangat krusial. Publik harus melihat secara nyata transformasi Pekerja Migran Indonesia yang kini disiapkan sebagai tenaga kerja berkeahlian tinggi dan terjamin pelindungannya,” jelas Ilham.
Menutup audiensi tersebut, Kepala Biro Humas dan Kerja Sama KP2MI, Sukarman, mengonfirmasi kesiapan teknis jajaran Humas KP2MI untuk menindaklanjuti kesepakatan komunikasi bersama Bakom RI.
“Kami di Biro Humas siap menyusun panduan narasi bersama, melakukan pendistribusian konten secara lintas saluran komunikasi pemerintah, serta memperkuat monitoring isu agar pesan utama pelindungan Pekerja Migran Indonesia dapat terdistribusi secara konsisten dan efektif,” pungkas Sukarman.









