Jakarta – Perdana Menteri (PM) Thailand Anutin Charnvirakul akan mempercepat pemulangan 500 warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban penipuan daring atau online scamming.
“Pemerintah saya akan mempercepat kepulangan mereka ke Indonesia,” ujar PM Charnvirakul kepada Presiden Prabowo, dilansir Kompas, Senin (4/8/2026) di Istana Kepresidenan RI, bagian dari rangkaian kunjungan kenegaraan PM Thailand di Jakarta pada 3—4 Agustus 2026.
Anutin Charnvirakul menyoroti tiga kejahatan lintas batas, yaitu penipuan daring, perdagangan manusia, dan perdagangan narkoba.
“Dalam hal ini, kami akan lebih banyak bekerja sama, baik dari segi penegakan hukum, pertukaran informasi intelijen, dan penguatan kapasitas aparat, serta membangun kerja sama di tingkat kawasan,” kata PM Thailand.
Maksimalkan kerja sama pertahanan
Kedua belah pihak akan memaksimalkan kerja sama pertahanan lewat mekanisme yang telah dibentuk oleh dua negara yaitu Indonesia-Thailand High Level Committee dan Indonesia-Thailand Security Dialogue.
Prabowo menyoroti secara khusus kejahatan lintas batas seperti penipuan online scam. Di hadapan PM Thailand, Presiden Prabowo pun mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Thailand atas bantuan mereka memulangkan hampir 1.000 warga negara Indonesia (WNI) korban penipuan daring tersebut.
“Ini bantuan yang sangat berarti. Ini membuktikan eratnya hubungan antara Indonesia dan Thailand. Sekali lagi Yang Mulia, atas nama bangsa dan rakyat Indonesia, saya ucapkan terima kasih dan apresiasi sebesar-besarnya,” kata Presiden Prabowo kepada PM Charnvirakul.
Oleh karena itu, ke depan, Presiden Prabowo melanjutkan, Indonesia dan Thailand sepakat memperkuat kerja sama, terutama pada bidang pertukaran informasi dan intelijen, kemudian investigasi atau penyelidikan bersama.
Dua negara juga sepakat untuk bekerja sama melacak aliran atau transaksi keuangan mencurigakan, memperkuat koordinasi antar-aparat penegak hukum, dan bersama-sama membongkar jaringan kejahatan lintas batas.









