Menu

Mode Gelap
Perempuan Sukabumi Pukau Dunia Lewat Tari Jaipong di Pembukaan Asian Games 2026 Jepang Aturan Baru Perawat Lansia di HK Bikin PMI Senior Nyesek: Pengalaman Kalah Sama Selembar Kertas Neni Rosini: Mantan Pekerja Migran di Arab Saudi, Jadi Penulis Novel Digital Berprestasi Terbesar Sepanjang Sejarah, DPR Tetapkan Anggaran KP2MI Tahun 2027 Sebesar Rp3,9 Triliun Gempar! Podcast Faisal Soh. Bongkar Kesaksian CPMI Korban PT Cincau Ketum SPKP, Nursalim, Desak KP2MI Maksimalkan Anggaran Rp3,9 Triliun untuk Pelindungan Nyata

Berita

Siti Hotima PMI Asal Jember Terjebak Eksploitasi di Irak

badge-check


					Siti Hotima PMI Jember Perbesar

Siti Hotima PMI Jember

Jember – Nasib malang menimpa Siti Hotima (40), seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Desa Pecoro, Kecamatan Rambipuji, Jember, Jawa Timur. Niat hati memperbaiki ekonomi keluarga dan pendidikan anaknya, Siti justru terjebak dalam lingkaran eksploitasi di Basrah Irak.

Perjalanan pahit ini bermula pada awal tahun 2025. Sponsor bernama Yulia Rahma, menjanjikan bisa memberangkatkan ke Arab Saudi. Namun, realita berkata lain. Yulia malah memberangkatkannya ke Oman pada 1 Februari 2025. Ada serangkaian perpindahan tangan antar sponsor dari Madura hingga Jakarta. Bahkan mencatut nama P3MI PT. Timuraya Jaya Lestari.

Penyiksaan dan Perempasan Ponsel

Baru bekerja dua bulan, Siti merasa tidak kuat dengan beban kerja yang sangat berat dan panjang. Lalu dia mengadu kepada agensi Omar Rashid. Bukannya membantu, staf agensi malah turut melakukan kekerasan fisik.

“Staf agensi menampar muka dan memukul tubuh saya. Dia juga menyita ponsel dan dokumen paspor saya,” ungkap Siti melalui medsos pada , Selasa. 10 Maret 2026

Masih berlanjut, pada 14 April 2025 staf agensi kemudian memaksa Siti untuk pindah ke Irak. Bahkan sponsor bernama Samhariyadi juga turut mengancam Siti agar tidak melaporkan ke KBRI. Siti akhirnya terpaksa mau menandatangani kontrak kerja baru itu.

Eksploitasi Kerja di Irak

Setelah di Irak, Siti kemudian bekerja untuk majikan bernama Madam Isro. Kondisinya kian memprihatinkan. Setiap hari, ia harus bangun pukul 07.00 pagi dan baru bisa istirahat pukul 01.00 pagi. Ia harus melayani 15 orang keluarga majikan, termasuk memindahkan 13 kasur lipat berat setiap hari dari lantai dua ke lantai dasar.

“Saya sangat capek, badan tidak kuat. Tapi majikan justru membentak dan menuduh saya malas. Bahkan untuk shalat pun tidak bisa karena pekerjaan yang tidak habis-habis,” keluhnya.

Memohon Bantuan Pemerintah

Saat ini, Siti Hotima berada dalam kondisi fisik yang lemah dan tekanan mental yang hebat. Statusnya sebagai orang tua tunggal setelah suaminya meninggal dunia membuatnya sangat mencemaskan nasib anaknya yang kini tinggal sendirian.

Siti berharap penegak hukum, perwakilan Indonesia dan pihak terkait segera turun tangan untuk menyelamatkannya dan memulangkannya ke tanah air.

Sementara itu menurut Ketua Forum Keluarga Buruh Migran Indonesia Kasbi, Pendi, mengendus adanya penempatan ilegal dan dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang oleh para perekrut dan sponsor.

“Jika Yulia Rahma dan Samhariyadi tidak memiliki itikad baik untuk memulangkan, kami akan melaporkan keduanya ke Direktorat PPA dan PPO Bareskrim Mabes Polri,” pungkasnya.

Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia melalui Direktur Layanan Pengaduan, Firman Yulianto, telah bergerak menangani kasus Siti Hotima. Pada 20 Februari 2026, kementerian mengirim surat resmi ke KBRI Irak untuk meminta bantuan pemulangan dan pemenuhan hak-hak Siti. Namun, hingga saat ini, pihak KBRI Irak belum memberikan jawaban terkait surat tersebut.

Baca Lainnya

Perempuan Sukabumi Pukau Dunia Lewat Tari Jaipong di Pembukaan Asian Games 2026 Jepang

22 September 2026 - 09:48 WIB

Aturan Baru Perawat Lansia di HK Bikin PMI Senior Nyesek: Pengalaman Kalah Sama Selembar Kertas

20 September 2026 - 22:13 WIB

Neni Rosini: Mantan Pekerja Migran di Arab Saudi, Jadi Penulis Novel Digital Berprestasi

19 September 2026 - 19:13 WIB

Terbesar Sepanjang Sejarah, DPR Tetapkan Anggaran KP2MI Tahun 2027 Sebesar Rp3,9 Triliun

19 September 2026 - 08:32 WIB

Gempar! Podcast Faisal Soh. Bongkar Kesaksian CPMI Korban PT Cincau

18 September 2026 - 23:59 WIB

Trending di Berita