Menu

Mode Gelap
Nur Watirih PMI Indramayu Tewas Oleh Majikan Arab Saudi Ibu Ijah Menduga Anaknya Hanif Diperas Seniornya di Kamboja Siti Hotima PMI Asal Jember Terjebak Eksploitasi di Irak Komnas Perempuan Akan Bedah Concluding Observations PMI Yusri Al Bima Luruskan Skenario Evakuasi PMI di Timur Tengah Suara Marsinah, Suarakan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia

Berita

Toko Indo Allena Tolak Bantu Biayai Kesehatan PMI Kaburan di Taiwan: “Ada Bahaya Moral”

badge-check


					Allena owner Toko Indo Allena | Sumber Dokumen Allena Perbesar

Allena owner Toko Indo Allena | Sumber Dokumen Allena

Taipei – Toko Indo Allena, salah satu pusat komunitas Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Taiwan, menyatakan tidak lagi memberikan bantuan kesehatan bagi PMI kaburan atau yang sering disebut dengan istilah “PMI swasta” yang mengalami sakit.

Keputusan ini diambil karena adanya keterbatasan dana serta kekhawatiran munculnya bahaya moral atau moral hazard di kalangan PMI. Hal tersebut disampaikan oleh pengelola Toko Indo Allena, dalam rilis resmi pada Jumat, 26 Desember 2025.

Menurutnya, penolakan bukan karena tidak tega. Melainkan karena pola pikir di sebagian PMI kaburan, meskipun kaburan ketika sakit  pasti ada pihak yang akan membantunya.

“Seolah ada pikiran, tenang saja kalau sakit nanti ada Toko Indo Allena yang akan menolong. Cara berpikir seperti itu jangan dipakai, itu moral hazard” tegas Allena.

Selain itu, Toko Indo Allena juga membantu pemerintah kedua negara Taiwan dan Indonesia dalam menekan angka kaburan itu sendiri. Karena ketika menjadi kaburan mereka benar-benar kehilangan hak-haknya sebagai pekerja. Baik secara hukum dan juga kesehatan. Terutama di Taiwan, negara tujuan mereka bekerja.

 Dana Terbatas, Permintaan Membeludak

Allena mengakui pihaknya menerima sumbangan dari para donatur, namun jumlahnya terbatas. Sementara itu, setiap hari ada puluhan permintaan bantuan yang masuk. Kondisi ini membuat pihaknya harus selektif dan berhati-hati dalam menyalurkan bantuan.

Ia menyoroti bahwa PMI swasta umumnya memiliki gaji lebih besar dibanding PMI reguler, namun tetap berani mengambil risiko kabur tanpa menyiapkan tabungan.

“Pas gajian lupa nabung. Tidak memperhitungkan risiko. Pas sakit, seolah-olah sakit kalian jadi kewajiban orang lain,” ujarnya.

 Keluhan atas Sikap PMI

Selain keterbatasan dana, Allena juga mengeluhkan sikap sebagian PMI yang meminta bantuan dengan nada kasar dan memaksa. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai motivasi mereka bekerja ke Taiwan.

“Apakah pindah negara hanya untuk merepotkan orang lain? Seharusnya ketika memutuskan kabur sudah tahu risiko dan mitigasinya,” jelasnya.

 Pesan untuk PMI Kaburan

Allena mengingatkan agar PMI kaburan berani bertanggung jawab atas keputusan mereka. Ia mendorong agar mereka menabung sebanyak mungkin, mempersiapkan masa depan, dan pulang dengan bekal cukup untuk membuka usaha di tanah air.

“Janganlah seperti anak-anak. Menabunglah sebanyak-banyaknya. Kalau sudah cukup untuk pensiun, pulanglah dan jadilah juragan di negerimu sendiri,” pungkasnya.

Baca Lainnya

Nur Watirih PMI Indramayu Tewas Oleh Majikan Arab Saudi

11 Maret 2026 - 21:06 WIB

Ibu Ijah Menduga Anaknya Hanif Diperas Seniornya di Kamboja

11 Maret 2026 - 20:13 WIB

Ibu Ijah Nurjanah menunjukkan foto anaknya yang terjebak di Kamboja.

Siti Hotima PMI Asal Jember Terjebak Eksploitasi di Irak

10 Maret 2026 - 19:02 WIB

Komnas Perempuan Akan Bedah Concluding Observations PMI

9 Maret 2026 - 15:26 WIB

Yusri Al Bima Luruskan Skenario Evakuasi PMI di Timur Tengah

8 Maret 2026 - 12:20 WIB

Trending di Berita