Menu

Mode Gelap
Perempuan Sukabumi Pukau Dunia Lewat Tari Jaipong di Pembukaan Asian Games 2026 Jepang Aturan Baru Perawat Lansia di HK Bikin PMI Senior Nyesek: Pengalaman Kalah Sama Selembar Kertas Neni Rosini: Mantan Pekerja Migran di Arab Saudi, Jadi Penulis Novel Digital Berprestasi Terbesar Sepanjang Sejarah, DPR Tetapkan Anggaran KP2MI Tahun 2027 Sebesar Rp3,9 Triliun Gempar! Podcast Faisal Soh. Bongkar Kesaksian CPMI Korban PT Cincau Ketum SPKP, Nursalim, Desak KP2MI Maksimalkan Anggaran Rp3,9 Triliun untuk Pelindungan Nyata

Berita

Toko Indo Allena Tolak Bantu Biayai Kesehatan PMI Kaburan di Taiwan: “Ada Bahaya Moral”

badge-check


					Allena owner Toko Indo Allena | Sumber Dokumen Allena Perbesar

Allena owner Toko Indo Allena | Sumber Dokumen Allena

Taipei – Toko Indo Allena, salah satu pusat komunitas Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Taiwan, menyatakan tidak lagi memberikan bantuan kesehatan bagi PMI kaburan atau yang sering disebut dengan istilah “PMI swasta” yang mengalami sakit.

Keputusan ini diambil karena adanya keterbatasan dana serta kekhawatiran munculnya bahaya moral atau moral hazard di kalangan PMI. Hal tersebut disampaikan oleh pengelola Toko Indo Allena, dalam rilis resmi pada Jumat, 26 Desember 2025.

Menurutnya, penolakan bukan karena tidak tega. Melainkan karena pola pikir di sebagian PMI kaburan, meskipun kaburan ketika sakit  pasti ada pihak yang akan membantunya.

“Seolah ada pikiran, tenang saja kalau sakit nanti ada Toko Indo Allena yang akan menolong. Cara berpikir seperti itu jangan dipakai, itu moral hazard” tegas Allena.

Selain itu, Toko Indo Allena juga membantu pemerintah kedua negara Taiwan dan Indonesia dalam menekan angka kaburan itu sendiri. Karena ketika menjadi kaburan mereka benar-benar kehilangan hak-haknya sebagai pekerja. Baik secara hukum dan juga kesehatan. Terutama di Taiwan, negara tujuan mereka bekerja.

 Dana Terbatas, Permintaan Membeludak

Allena mengakui pihaknya menerima sumbangan dari para donatur, namun jumlahnya terbatas. Sementara itu, setiap hari ada puluhan permintaan bantuan yang masuk. Kondisi ini membuat pihaknya harus selektif dan berhati-hati dalam menyalurkan bantuan.

Ia menyoroti bahwa PMI swasta umumnya memiliki gaji lebih besar dibanding PMI reguler, namun tetap berani mengambil risiko kabur tanpa menyiapkan tabungan.

“Pas gajian lupa nabung. Tidak memperhitungkan risiko. Pas sakit, seolah-olah sakit kalian jadi kewajiban orang lain,” ujarnya.

 Keluhan atas Sikap PMI

Selain keterbatasan dana, Allena juga mengeluhkan sikap sebagian PMI yang meminta bantuan dengan nada kasar dan memaksa. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai motivasi mereka bekerja ke Taiwan.

“Apakah pindah negara hanya untuk merepotkan orang lain? Seharusnya ketika memutuskan kabur sudah tahu risiko dan mitigasinya,” jelasnya.

 Pesan untuk PMI Kaburan

Allena mengingatkan agar PMI kaburan berani bertanggung jawab atas keputusan mereka. Ia mendorong agar mereka menabung sebanyak mungkin, mempersiapkan masa depan, dan pulang dengan bekal cukup untuk membuka usaha di tanah air.

“Janganlah seperti anak-anak. Menabunglah sebanyak-banyaknya. Kalau sudah cukup untuk pensiun, pulanglah dan jadilah juragan di negerimu sendiri,” pungkasnya.

Baca Lainnya

Perempuan Sukabumi Pukau Dunia Lewat Tari Jaipong di Pembukaan Asian Games 2026 Jepang

22 September 2026 - 09:48 WIB

Aturan Baru Perawat Lansia di HK Bikin PMI Senior Nyesek: Pengalaman Kalah Sama Selembar Kertas

20 September 2026 - 22:13 WIB

Neni Rosini: Mantan Pekerja Migran di Arab Saudi, Jadi Penulis Novel Digital Berprestasi

19 September 2026 - 19:13 WIB

Terbesar Sepanjang Sejarah, DPR Tetapkan Anggaran KP2MI Tahun 2027 Sebesar Rp3,9 Triliun

19 September 2026 - 08:32 WIB

Gempar! Podcast Faisal Soh. Bongkar Kesaksian CPMI Korban PT Cincau

18 September 2026 - 23:59 WIB

Trending di Berita