Menu ✖

Mode Gelap
Kasus Gibran, Hukum Indonesia Hanya Tegas Bagi Rakyat Kecil PMI Tangerang, Sakit Parah di Riyadh Usai Nekat Kerja Jalur Umrah, Asiyah Mohon Anaknya Dipulangkan Aksi Di Depan Mahkamah Agung, Jati Tuntut Delapan Kebijakan Anti Hukuman Mati SAKTI, Awak Kapal Dilupakan UU Pelindungan Ketenagakerjaan PMI Cirebon Dituduh Mencuri Duit Majikan Sebesar RM10.200 atau setara dengan Rp44,6 juta Aturan Baru: PMI yang Berangkat Lewat P3MI, Kini Bisa Lanjut Kerja Secara Mandiri

Berita

Saranmu Lampung Inisiasi Sekolah Vokasi untuk Pekerja Migran Profesional

badge-check


					Sumber Suara Muhammadiyah Perbesar

Sumber Suara Muhammadiyah

Lampung – Dilansir dari Suara Muhammadiyah. Sahabat Migran Berkemajuan Muhammadiyah (Saranmu) Lampung memperkenalkan program baru yang bertujuan mengubah pola penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Melalui pendirian sekolah vokasi pra migran, organisasi ini berupaya menyiapkan Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) terampil dan bersertifikat, sehingga tidak lagi terfokus pada sektor rumah tangga atau domestik semata.

Inisiatif tersebut diumumkan oleh Ketua Majelis Pemberdayaan Masyarakat Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (MPM PWM) Lampung, Eddy Waluyo, pada Kamis, 8 Januari 2025 di Negeri Katon, Kabupaten Pesawaran Lampung.

Menurut Eddy Saranmu telah mengidentifikasi sejumlah negara dengan kebutuhan tinggi terhadap tenaga profesional asal Indonesia.

“Saat ini, negara tujuan yang menjadi prioritas antara lain Arab Saudi, Jepang, Korea Selatan, dan Jerman. Pemilihan ini mempertimbangkan standar gaji yang kompetitif serta jaminan perlindungan tenaga kerja yang lebih baik,” ujarnya.

Sementara itu menurut Ketua Saranmu Lampung, Ida Christina, menekankan bahwa program ini bertujuan menghapus stigma lama yang melekat pada PMI sebagai Pekerja Rumah Tangga (PRT).

“Kami ingin mengarahkan fokus pada tenaga ahli di bidang kesehatan, pertanian, manufaktur, hingga teknik,” jelasnya.

Ida menambahkan, sekolah vokasi pra-migran akan menyasar siswa SMK sebagai peserta utama. Program ini dirancang untuk membekali mereka dengan kesiapan mental dan keterampilan teknis sebelum memasuki pasar kerja internasional.

“Mindset harus diubah. Jika sebelumnya dominasi pekerja migran ada di sektor domestik, kini kami mendorong lulusan SMK dan Perguruan Tinggi Muhammadiyah di Lampung agar mampu mengisi posisi profesional,” katanya.

Untuk memastikan proses penempatan berjalan sesuai aturan, Saranmu menjalin kerja sama dengan Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI).

Sekretaris Saranmu Lampung, Tri Priyo Saputro, menambahkan bahwa kontribusi PMI terhadap devisa negara sangat signifikan. Berdasarkan data Bank Indonesia dan Bloomberg Technoz, pada kuartal II-2025 tercatat sekitar Rp136 triliun dari 233 ribu Pekerja Migran Indonesia yang ditempatkan.

“Angka ini menjadi alasan kuat bagi pemerintah dan pegiat migran untuk lebih serius memperhatikan kesejahteraan mereka. Pelindungan selama bekerja di luar negeri harus menjadi prioritas, bukan hanya soal keberangkatan,” tegasnya.

Melalui dukungan jaringan Perguruan Tinggi Muhammadiyah di Lampung, program ini diharapkan menjadi percontohan dalam membangun ekosistem migrasi yang lebih bermartabat, profesional, dan menyejahterakan bagi Pekerja Migran Indonesia.

Baca Lainnya

PMI Tangerang, Sakit Parah di Riyadh Usai Nekat Kerja Jalur Umrah, Asiyah Mohon Anaknya Dipulangkan

9 Oktober 2026 - 17:42 WIB

Aksi Di Depan Mahkamah Agung, Jati Tuntut Delapan Kebijakan Anti Hukuman Mati

8 Oktober 2026 - 18:42 WIB

SAKTI, Awak Kapal Dilupakan UU Pelindungan Ketenagakerjaan

8 Oktober 2026 - 10:33 WIB

PMI Cirebon Dituduh Mencuri Duit Majikan Sebesar RM10.200 atau setara dengan Rp44,6 juta

7 Oktober 2026 - 17:18 WIB

Aturan Baru: PMI yang Berangkat Lewat P3MI, Kini Bisa Lanjut Kerja Secara Mandiri

7 Oktober 2026 - 15:34 WIB

Trending di Berita