Menu

Mode Gelap
Masuk Kabinet, Persatuan Buruh Migran Sebut Said Iqbal Penuhi 4 Syarat ‘Manusia Politik’ SPKP, Disnaker Tegal dan KP2MI Akan Gelar Sosialisasi Penempatan Awak Kapal Migran Berkat Gotong Royong, Nunung, Pekerja Migran Karawang yang Stroke di Taiwan Akhirnya Bisa Pulang 4 Usulan Perpemindo untuk Perbaikian Permen P2MI Tentang Tata Cara Pelakanaan Penempatan PMI Tiga Asosiasi P3MI Desak Revisi Dua Permen P2MI: Pelaksanaan Penempatan dan Persyaratannya Marak Penipuan Loker Luar Negeri, Aktivis Tuntut Pemerintah Tegas Bubarkan LPK

Berita

Saranmu Lampung Inisiasi Sekolah Vokasi untuk Pekerja Migran Profesional

badge-check


					Sumber Suara Muhammadiyah Perbesar

Sumber Suara Muhammadiyah

Lampung – Dilansir dari Suara Muhammadiyah. Sahabat Migran Berkemajuan Muhammadiyah (Saranmu) Lampung memperkenalkan program baru yang bertujuan mengubah pola penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Melalui pendirian sekolah vokasi pra migran, organisasi ini berupaya menyiapkan Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) terampil dan bersertifikat, sehingga tidak lagi terfokus pada sektor rumah tangga atau domestik semata.

Inisiatif tersebut diumumkan oleh Ketua Majelis Pemberdayaan Masyarakat Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (MPM PWM) Lampung, Eddy Waluyo, pada Kamis, 8 Januari 2025 di Negeri Katon, Kabupaten Pesawaran Lampung.

Menurut Eddy Saranmu telah mengidentifikasi sejumlah negara dengan kebutuhan tinggi terhadap tenaga profesional asal Indonesia.

“Saat ini, negara tujuan yang menjadi prioritas antara lain Arab Saudi, Jepang, Korea Selatan, dan Jerman. Pemilihan ini mempertimbangkan standar gaji yang kompetitif serta jaminan perlindungan tenaga kerja yang lebih baik,” ujarnya.

Sementara itu menurut Ketua Saranmu Lampung, Ida Christina, menekankan bahwa program ini bertujuan menghapus stigma lama yang melekat pada PMI sebagai Pekerja Rumah Tangga (PRT).

“Kami ingin mengarahkan fokus pada tenaga ahli di bidang kesehatan, pertanian, manufaktur, hingga teknik,” jelasnya.

Ida menambahkan, sekolah vokasi pra-migran akan menyasar siswa SMK sebagai peserta utama. Program ini dirancang untuk membekali mereka dengan kesiapan mental dan keterampilan teknis sebelum memasuki pasar kerja internasional.

“Mindset harus diubah. Jika sebelumnya dominasi pekerja migran ada di sektor domestik, kini kami mendorong lulusan SMK dan Perguruan Tinggi Muhammadiyah di Lampung agar mampu mengisi posisi profesional,” katanya.

Untuk memastikan proses penempatan berjalan sesuai aturan, Saranmu menjalin kerja sama dengan Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI).

Sekretaris Saranmu Lampung, Tri Priyo Saputro, menambahkan bahwa kontribusi PMI terhadap devisa negara sangat signifikan. Berdasarkan data Bank Indonesia dan Bloomberg Technoz, pada kuartal II-2025 tercatat sekitar Rp136 triliun dari 233 ribu Pekerja Migran Indonesia yang ditempatkan.

“Angka ini menjadi alasan kuat bagi pemerintah dan pegiat migran untuk lebih serius memperhatikan kesejahteraan mereka. Pelindungan selama bekerja di luar negeri harus menjadi prioritas, bukan hanya soal keberangkatan,” tegasnya.

Melalui dukungan jaringan Perguruan Tinggi Muhammadiyah di Lampung, program ini diharapkan menjadi percontohan dalam membangun ekosistem migrasi yang lebih bermartabat, profesional, dan menyejahterakan bagi Pekerja Migran Indonesia.

Baca Lainnya

Masuk Kabinet, Persatuan Buruh Migran Sebut Said Iqbal Penuhi 4 Syarat ‘Manusia Politik’

7 Juni 2026 - 17:54 WIB

SPKP, Disnaker Tegal dan KP2MI Akan Gelar Sosialisasi Penempatan Awak Kapal Migran

6 Juni 2026 - 11:13 WIB

Berkat Gotong Royong, Nunung, Pekerja Migran Karawang yang Stroke di Taiwan Akhirnya Bisa Pulang

5 Juni 2026 - 10:24 WIB

4 Usulan Perpemindo untuk Perbaikian Permen P2MI Tentang Tata Cara Pelakanaan Penempatan PMI

4 Juni 2026 - 10:09 WIB

Pengurus Perpemindo mengusulkan perbaikan Permen P2MI No. 2 Tahun 2026 Tentang Tata Cata Penempatan oleh Pelaksana Penempatan

Tiga Asosiasi P3MI Desak Revisi Dua Permen P2MI: Pelaksanaan Penempatan dan Persyaratannya

3 Juni 2026 - 22:12 WIB

Trending di Berita