Menu

Mode Gelap
Nur Watirih PMI Indramayu Tewas Oleh Majikan Arab Saudi Ibu Ijah Menduga Anaknya Hanif Diperas Seniornya di Kamboja Siti Hotima PMI Asal Jember Terjebak Eksploitasi di Irak Komnas Perempuan Akan Bedah Concluding Observations PMI Yusri Al Bima Luruskan Skenario Evakuasi PMI di Timur Tengah Suara Marsinah, Suarakan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia

Berita

Nasib PMI Formal di Taiwan: Beli Job Rp40 juta, Baru Kerja Dua Minggu Sudah di-PHK

badge-check


					Nasib PMI Formal di Taiwan: Beli Job Rp40 juta, Baru Kerja Dua Minggu Sudah di-PHK Perbesar

Taipei – Dilansir dari focustaiwan.tw pada 2 Januari 2026, sebanyak enam Pekerja Migran Indonesia (PMI) di sektor konstruksi dilaporkan mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepihak, bahkan sebelum resmi bekerja.

Salah satu PMI, Anwar (bukan nama sebenarnya) asal Subang, Jawa Barat, menceritakan bahwa ia bersama lima rekannya ditempatkan di proyek konstruksi di Hsinchu. Namun, mereka diberhentikan sebelum hari kerja pertama dimulai.

Menurut Anwar, ia dan rekan-rekannya telah membayar biaya penempatan sebesar Rp40 juta. Selain itu, gaji mereka juga akan dipotong sebesar NT$9.000 (Rp4,78 juta) per bulan selama sembilan bulan. Jika dihitung, total biaya yang harus mereka tanggung mencapai Rp83 juta.

Diteruskan, setibanya di Taiwan, para PMI hanya mengikuti pengenalan prosedur keselamatan dan lingkungan kerja selama dua minggu, tanpa pernah benar-benar mulai bekerja. Setelah itu, agensi secara tiba-tiba mem-PHK mereka secara sepihak. Karena belum masuk masa kerja, gaji pun tidak dibayarkan.

Kini, Anwar dan rekan-rekannya hanya bisa menunggu di tempat agensi sambil berharap dicarikan pekerjaan baru. Kasus mereka telah dilaporkan ke salah satu lembaga swadaya masyarakat di Taiwan dan sedang dalam proses mediasi dengan pihak agensi.

Respons KDEI Taipei

Analis bidang ketenagakerjaan Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei, Kadir, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiarkan formulir pengaduan PHK bagi PMI di Taiwan.

“Bagi yang terdampak PHK di Taiwan, silakan isi formulir pengaduan. Kami akan melakukan klarifikasi kepada agensi dan perusahaan penempatan di Indonesia,” ujarnya.

Kadir menegaskan, pemutusan kontrak kerja lebih awal seharusnya disetujui oleh kedua belah pihak, baik majikan maupun pekerja.

Biaya Penempatan Resmi

Lebih lanjut Kadir menjelaskan biaya penempatan PMI sektor formal maksimal sebanyak Rp9.622.000 dan NT$25.250 (Rp13,4 juta) dan tiket sebesesar Rp4.500.000 total 27.522.000, berdasarkan Kepkabadan Nomor 786 Tahun 2022 tentang Biaya Penempatan Pekerja Migran Indonesia yang Ditempatkan oleh Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia untuk Sektor formal di Taiwan.

Adapun besaran biaya senilai Rp9.622.000 mencakup pemeriksaan kesehatan Rp1.020.000; pemeriksaan psikologi Rp550.000; biaya Kepesertaan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Pekerja Migran Indonesia sebesar Rp532.000; biaya pembuatan SKCK Rp30.000; pembuatan visa kerja Rp990.000; dan transportasi dalam negeri yakni Rp500.000 untuk pulau Jawa dan Rp2.000.000 untuk luar pulau Jawa.

Selain itu dibebankan pula tiket keberangkatan sebesar Rp4.500.000. Semua biaya tersebut ditanggung oleh pekerja migran, termasuk biaya jasa perusahaan yaitu NT$25.250 (Rp13,4 juta), menurut situs Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI).

Rincian Biaya Penempatan PMI (Jawa Rp21.522.000 & Luar Jawa Rp23.022.000) yang Ditempatkan oleh P3MI untuk Sektor formal di Taiwan:

  1. Pemeriksaan kesehatan: Rp1.020.000
  2. Pemeriksaan psikologi: Rp550.000
  3. Jaminan Sosial Ketenagakerjaan PMI: Rp532.000
  4. SKCK: Rp30.000
  5. Visa kerja: Rp990.000
  6. Transportasi dalam negeri: Rp500.000 (Pulau Jawa) atau Rp2.000.000 (luar Jawa)
  7. tiket keberangkatan sebesar Rp4.500.000
  8. jasa perusahaan NT$25.250 setara Rp13.400.000

Baca Lainnya

Nur Watirih PMI Indramayu Tewas Oleh Majikan Arab Saudi

11 Maret 2026 - 21:06 WIB

Ibu Ijah Menduga Anaknya Hanif Diperas Seniornya di Kamboja

11 Maret 2026 - 20:13 WIB

Ibu Ijah Nurjanah menunjukkan foto anaknya yang terjebak di Kamboja.

Siti Hotima PMI Asal Jember Terjebak Eksploitasi di Irak

10 Maret 2026 - 19:02 WIB

Komnas Perempuan Akan Bedah Concluding Observations PMI

9 Maret 2026 - 15:26 WIB

Yusri Al Bima Luruskan Skenario Evakuasi PMI di Timur Tengah

8 Maret 2026 - 12:20 WIB

Trending di Berita