Menu

Mode Gelap
Terjebak di Kamboja: Kisah Pilu Elinda, PMI Bogor Kelaparan dan Ingin Bunuh Diri Hari Pelaut Sedunia 2026: Menjalankan Perdagangan Dunia, Menanggung Risiko, Menunggu Kepastian Hukum Agus Gia Apresiasi Konsuler KBRI Amman Pantau Kondisi PMI Sukabumi Korban Trafficking Beban Biaya Perawatan Rp1,3 Miliar, Nurlani Akhirnya Diselamatkan Solidaritas Buruh Lintas Negara Anggota DPR Cellica Nurrachadiana Desak Disnaker Karawang Cegah Penempatan Non Prosedural Indonesia-Jerman Teken LoI Peningkatan Kapasitas CPMI Sektor Kesehatan dan Teknologi Tinggi

Arab Saudi

KRBI Riyadh Imbau WNI PMI Arab Saudi Tetap Tenang dan Siaga

badge-check


					14 Pangkalan Militer Amerika di Timteng dirudal Iran | Fajar.co.id Perbesar

14 Pangkalan Militer Amerika di Timteng dirudal Iran | Fajar.co.id

Riyadh — Situasi keamanan di kawasan Timur Tengah terus menunjukkan dinamika yang menegangkan. Menyikapi kondisi tersebut, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Riyadh mengeluarkan imbauan resmi kepada seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Arab Saudi agar tetap tenang, tidak panik, namun senantiasa meningkatkan kewaspadaan.

KBRI Riyadh menegaskan bahwa WNI/PMI harus memantau informasi dari sumber resmi dan terpercaya, serta mematuhi arahan otoritas Pemerintah Arab Saudi. “Kami meminta seluruh WNI untuk disiplin mengikuti imbauan resmi, karena langkah ini sangat penting demi keselamatan bersama,” demikian pernyataan KBRI Riyadh pada Sabtu, 28 Februari 2026.

Dalam suasana penuh ketidakpastian, KBRI Riyadh mengingatkan WNI/PMI untuk memastikan telah melakukan lapor diri. Bagi yang belum, segera mendaftarkan diri melalui laman peduliwni.kemlu.go.id. Selain itu, WNI/PMI diminta bergabung dalam grup WhatsApp resmi paguyuban di wilayah masing-masing, guna mempercepat koordinasi dan penyampaian informasi penting.

KBRI Riyadh juga menekankan pentingnya kesiapan dokumen. WNI/PMI harus menyiapkan paspor, iqama, dan identitas lain dalam bentuk fisik maupun digital agar mudah diakses sewaktu-waktu. “Dokumen adalah kunci mobilitas, jangan sampai hilang atau tercecer,” tegas KBRI.

Lebih lanjut, KBRI Riyadh mengimbau WNI/PMI menunda perjalanan yang tidak mendesak ke negara atau wilayah yang berpotensi terdampak eskalasi. Bagi yang memiliki rencana penerbangan, segera menghubungi pihak maskapai untuk memastikan jadwal terbaru.

Dalam keadaan darurat, KBRI Riyadh menyediakan hotline WhatsApp di nomor +966 569173990. “Kami terus memantau perkembangan situasi secara saksama dan berkoordinasi dengan otoritas terkait. Informasi lanjutan akan segera kami sampaikan apabila terdapat hal-hal yang memerlukan perhatian lebih lanjut,” tulis KBRI Riyadh.

Imbauan ini menegaskan bahwa ketenangan, kewaspadaan, dan koordinasi adalah kunci menghadapi dinamika keamanan yang penuh ketegangan di kawasan Timur Tengah. Secara lengkap imbauan KBRI Riyadh Arab Saudi adalah sebagai berikut:

Yth. Seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) di Arab Saudi,

Sehubungan dengan meningkatnya dinamika situasi keamanan di kawasan Timur Tengah, KBRI Riyadh menyampaikan imbauan kepada seluruh WNI di wilayah Arab Saudi agar:

  1. Tetap tenang dan tidak panik, namun senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap perkembangan situasi di sekitar domisili masing-masing.
  2. Memantau informasi dari sumber resmi dan terpercaya, serta senantiasa mematuhi arahan dan imbauan dari otoritas Pemerintah Arab Saudi dan KBRI Riyadh.
  3. Memastikan telah melakukan lapor diri ke KBRI Riyadh. Bagi WNI yang belum melakukan lapor diri, agar segera mendaftarkan diri melalui laman: Peduli WNI;
  4. Bergabung dalam grup WhatsApp resmi paguyuban WNI di wilayah masing-masing, guna memudahkan koordinasi dan penyampaian informasi penting dari KBRI Riyadh.
  5. Menyiapkan dan menyimpan dokumen penting seperti paspor, iqama, dan dokumen identitas lainnya dalam bentuk fisik dan digital yang mudah diakses jika diperlukan sewaktu-waktu.
  6. Menunda perjalanan yang tidak mendesak ke negara atau wilayah yang berpotensi terdampak eskalasi situasi keamanan. Bagi WNI yang memiliki rencana penerbangan, agar segera menghubungi pihak maskapai untuk mendapatkan informasi terkini terkait jadwal dan status penerbangan.
  7. Dalam keadaan darurat, WNI dapat menghubungi hotline KBRI Riyadh di nomor Whatsapp +966 569173990.

KBRI Riyadh terus memantau perkembangan situasi secara saksama dan berkoordinasi dengan otoritas terkait. Informasi lanjutan akan segera disampaikan apabila terdapat hal-hal yang memerlukan perhatian lebih lanjut dari WNI. Atas perhatian dan kerja sama Bapak/Ibu, kami ucapkan terima kasih. Riyadh, 28 Februari 2026

Baca Lainnya

Terjebak di Kamboja: Kisah Pilu Elinda, PMI Bogor Kelaparan dan Ingin Bunuh Diri

23 Juni 2026 - 15:46 WIB

Hari Pelaut Sedunia 2026: Menjalankan Perdagangan Dunia, Menanggung Risiko, Menunggu Kepastian Hukum

23 Juni 2026 - 10:20 WIB

Agus Gia Apresiasi Konsuler KBRI Amman Pantau Kondisi PMI Sukabumi Korban Trafficking

22 Juni 2026 - 10:18 WIB

Beban Biaya Perawatan Rp1,3 Miliar, Nurlani Akhirnya Diselamatkan Solidaritas Buruh Lintas Negara

20 Juni 2026 - 17:38 WIB

Anggota DPR Cellica Nurrachadiana Desak Disnaker Karawang Cegah Penempatan Non Prosedural

19 Juni 2026 - 09:50 WIB

Trending di Berita