Menu

Mode Gelap
Perempuan Sukabumi Pukau Dunia Lewat Tari Jaipong di Pembukaan Asian Games 2026 Jepang Aturan Baru Perawat Lansia di HK Bikin PMI Senior Nyesek: Pengalaman Kalah Sama Selembar Kertas Neni Rosini: Mantan Pekerja Migran di Arab Saudi, Jadi Penulis Novel Digital Berprestasi Terbesar Sepanjang Sejarah, DPR Tetapkan Anggaran KP2MI Tahun 2027 Sebesar Rp3,9 Triliun Gempar! Podcast Faisal Soh. Bongkar Kesaksian CPMI Korban PT Cincau Ketum SPKP, Nursalim, Desak KP2MI Maksimalkan Anggaran Rp3,9 Triliun untuk Pelindungan Nyata

Berita

KP2MI Gaspol Teken MoU Strategis, Jalan Lurus Menuju Migrasi Aman untuk PMI

badge-check


					Sumber | KP2MI Perbesar

Sumber | KP2MI

Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) terus mengakselerasi langkah strategis dalam memperkuat pelindungan dan penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Pada Jumat, 23 Januari 2026, Menteri P2MI Mukhtarudin melakukan courtesy call dengan Pemerintah Prefektur Kagawa, Jepang.

Pertemuan ini menghasilkan penandatanganan MoU strategis yang menekankan peningkatan kapasitas dan penempatan PMI di Jepang, khususnya di Prefektur Kagawa.

Kesepakatan ini menjadi tonggak penting pasca-transformasi kelembagaan menjadi Kementerian P2MI, dengan sistem pelindungan yang terintegrasi dari hulu ke hilir—mulai dari kebijakan, pelatihan, hingga penempatan.

Prefektur Kagawa sendiri membutuhkan hingga 2.950 tenaga kerja di sektor perhotelan, manufaktur, dan konstruksi. Saat ini, lebih dari 2.100 PMI telah bekerja di wilayah tersebut, dengan tren meningkat melalui skema Specific Skilled Workers (SSW).

Kerja sama ini diproyeksikan menjadi pilot project antara Pemerintah Indonesia dan pemerintah daerah di Jepang, sekaligus mempersiapkan transisi sistem ketenagakerjaan Jepang pada tahun 2027.

Dihari yang sama, Kementerian P2MI bersama Kedutaan Besar Tiongkok menyepakati langkah-langkah konstruktif untuk memperkuat pelindungan PMI, khususnya Awak Kapal Perikanan Migran (AKPM).

Wakil Menteri P2MI Christina Aryani menerima kunjungan tersebut dalam diskusi hangat yang menegaskan besarnya potensi kerja sama Indonesia–Tiongkok di berbagai sektor, yang akan ditindaklanjuti melalui penyusunan MoU.

Wakil Menteri P2MI Christina Aryani menegaskan komitmen kedua negara untuk memperkuat pelindungan, khususnya bagi Awak Kapal Perikanan Migran (AKPM).

Diskusi hangat tersebut membuka peluang kerja sama lintas sektor yang akan ditindaklanjuti melalui penyusunan nota kesepahaman (MoU).

Seluruh langkah ini menegaskan komitmen P2MI untuk mewujudkan migrasi yang aman, legal, dan berbasis kompetensi, sehingga PMI dapat bekerja secara profesional sekaligus terlindungi hak-haknya di negara tujuan.

Baca Lainnya

Perempuan Sukabumi Pukau Dunia Lewat Tari Jaipong di Pembukaan Asian Games 2026 Jepang

22 September 2026 - 09:48 WIB

Aturan Baru Perawat Lansia di HK Bikin PMI Senior Nyesek: Pengalaman Kalah Sama Selembar Kertas

20 September 2026 - 22:13 WIB

Neni Rosini: Mantan Pekerja Migran di Arab Saudi, Jadi Penulis Novel Digital Berprestasi

19 September 2026 - 19:13 WIB

Terbesar Sepanjang Sejarah, DPR Tetapkan Anggaran KP2MI Tahun 2027 Sebesar Rp3,9 Triliun

19 September 2026 - 08:32 WIB

Gempar! Podcast Faisal Soh. Bongkar Kesaksian CPMI Korban PT Cincau

18 September 2026 - 23:59 WIB

Trending di Berita