Menu

Mode Gelap
Ketua Komisi 3 DPRD Karawang Akan Pulangkan PMI Dari Kamboja Pembangunan Masjid As-Sholihin Yokohama Jepang Capai 86% KUR Penempatan PMI: Solusi atau Kegagalan Kebijakan? Jenazah PMI Siti Muijah Ditemukan di RS Al Khobar Arab Saudi Aktivis Dorong Pembentukan Satgas Pelindungan PMI Jawa Barat Kulsum, PMI Subang Frustasi Penyelesaian Kasus di Dalam Negeri

Berita

Ketua Komisi 3 DPRD Karawang Akan Pulangkan PMI Dari Kamboja

badge-check


					Ketua Komisi 3 DPRD Karawang, Deddy Indrasetiawan (4) dari kiri Perbesar

Ketua Komisi 3 DPRD Karawang, Deddy Indrasetiawan (4) dari kiri

Karawang – Ketua Komisi III DPRD Karawang, Deddy Indrasetiawan SE, menyatakan komitmennya untuk membantu pemulangan Muhammad Hanif Abdul Karim (20). Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Desa Sumurkondang, Kecamatan Klari yang menjadi korban perusahaan scamming online Kamboja.

Deddy menyampaikan hal tersebut usai menerima pengaduan dari orang tua korban, Ijah, di kediamannya Perum Citra Kebunmas Blok A 10/01 Rt. 022/009 Desa Majalaya, Kecamatan Majalaya, Karawangpada Senin, 16 Maret 2026.

Dalam kesempatan itu, Deddy menegaskan bahwa dalam penanganan kasus yang menyangkut pelindungan nyawa Warga Negara Indonesia seharusnya jangan terlalu melihat sisi birokrasi. Tetapi bagai mana setiap intansi harus sigap melayani. Masalah angaran jangan menjadi alasan.

“Saya berkomitmen akan membantu proses pemulangan Muhammad Hanif Abdul Karim. Ini bukan hanya soal tanggung jawab sebagai wakil rakyat, tetapi juga soal kemanusiaan. Kita tidak boleh membiarkan anak muda kita yang sudag menjadi korban penipuan perusahaan scamming online, kemudian menjadi korban teman-temannya pula,” tegasnya.

Dia juga menyampaikan terima kasih kepada Tim Jabar Istimewa Kabupaten Karawang yang sudah gigih memperjuangkan keluarga korban. Selain itu juga telah mengkoordinasikan keluarga korban dengan pemerintah desa, dan kelembagaan DPRD Kabupaten Karawang.

“Terima kasih Bang Pontas Hutahaen dan Pak Haji Entis Sutisna, sudah susah payah membantu keluarga Pekerja Migran asal Karawang,” katanya yang kemudian disambut dengan ucapan apresiasi dari Tim Jabar Istimewa Kabupaten Karawang.

“Sebaliknya kami juga sangat mengapresiasi kepedulian Pak Deddy. Dari sekian banyak pejabat, baru beliau yang bersedia turun tangan membantu pemulangan PMI korban perusahaan scamming online Kamboja. Ini merupakabn bentuk kepedulian nyata terhadap buruh migran dan keluarganya,” ujarnya.

Sebelumnya, ibu korban, Ijah (48), menyampaikan rasa cemas dengan keadaan anaknya yang baru enam bulan bekerja. Karena setelah pembubaran perusahaan itu, Muhammad Hanif tinggal di luar shelter KBRI KBRI Phnom Penh. Karena shelter KBRI penuh. Kecemasan itu bertambah ketika komunikasinya memburuk, seperti tidak nyambung, dan sulit diarahkan.

“Saya khawatir sekali dengan keselamatan anak saya. Usianya baru 20 tahun, terlebih lagi sekarang ponselnya sedang usak sehingga komunikasi sangat terbatas,” jelasnya.

Lebih lanjut Ijah mengungkapkan bahwa Muhammad Hanif kerap meminta uang untuk tiket pulang, namun setelah ditransfer, uangnya cepat habis dengan alasan untuk kebutuhan makan sehari-hari bersama teman-temannya. Hal ini semakin menambah kekhawatiran, jangan-jangan Muhammad Haniif menjadi korban pemerasan dari teman-temannya yang usianya lebih dewasa.

Baca Lainnya

Pembangunan Masjid As-Sholihin Yokohama Jepang Capai 86%

16 Maret 2026 - 17:56 WIB

KUR Penempatan PMI: Solusi atau Kegagalan Kebijakan?

16 Maret 2026 - 15:12 WIB

Jenazah PMI Siti Muijah Ditemukan di RS Al Khobar Arab Saudi

14 Maret 2026 - 16:23 WIB

Sulaeman berbaju merah dan Pengurus Persatuan Buruh

Aktivis Dorong Pembentukan Satgas Pelindungan PMI Jawa Barat

14 Maret 2026 - 14:13 WIB

Kulsum, PMI Subang Frustasi Penyelesaian Kasus di Dalam Negeri

14 Maret 2026 - 13:29 WIB

Trending di Arab Saudi