Menu

Mode Gelap
Tanpa UU Reforma Agraria, Warga Desa Kian Terdesak Jadi Pekerja Migran di Luar Negeri Perkuat Pelindungan PMI di Malaysia, BPJS Ketenagakerjaan dan PERKESO Perbarui Kerja Sama Strategis Mengubah Sampah Jadi Senyum: Kiprah Universal Volunteer Harumkan Nama Bangsa di Taiwan Menteri P2MI, Mukhtarudin, Cabut Izin PT Alfa Nusantara Perdana Akibat Penempatan Non-Prosedural Dua Tahun Putus Kontak, Warga Karawang Cari Keberadaan Diah Fitria di Taichung Taiwan APJATI dan PUSMA Gelar Program Pencocokan Peluang Kerja Malaysia – Indonesia 2026

Berita

Ketua Formima Raida, Raih Dua Penghargaan Bupati Majalengka

badge-check


					Foto Raida | Sumber Dokumen Pribadi Perbesar

Foto Raida | Sumber Dokumen Pribadi

Majalengka – Bulan Desember 2025 menjadi bulan penuh makna bagi Ida Neni Wahyuni, atau yang akrab disapa Raida. Dalam rentang waktu hanya beberapa hari, perempuan tangguh asal Majalengka ini menerima dua penghargaan bergengsi dari Bupati Majalengka Eman Suherman.

Pada 18 Desember 2025, bertepatan dengan Hari Peringatan Migran Internasional, Raida dianugerahi sebagai Tokoh Inspiratif atas dedikasinya memperjuangkan hak-hak Pekerja Migran Indonesia. Empat hari kemudian, pada 22 Desember 2025, tepat di Hari Ibu, ia kembali menerima penghargaan sebagai Tokoh Penggerak Pemberdayaan Perempuan.

Bagi Raida, penghargaan ini bukan sekadar simbol. Ia mengaku terharu, bahkan tak pernah menyangka perjuangan yang ia jalani selama tujuh tahun melalui Forum Migran Majalengka akhirnya mendapat pengakuan. “Saya merasa ternyata perjuangan ini dihargai. Selama ini kami berjuang agar suara pekerja migran asal Majalengka terdengar, dan kini perjuangan itu mendapat tempat,” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.

Namun, di balik rasa syukur, Raida menyimpan harapan besar. Ia berharap Pemerintah Kabupaten Majalengka tidak berhenti pada penghargaan semata, melainkan benar-benar hadir melindungi pekerja migran—mulai dari sebelum berangkat, saat bekerja di luar negeri, hingga ketika mereka kembali pulang.

Raida adalah cermin keteguhan hati seorang perempuan yang menjadikan pengalaman dan kepedulian sebagai bahan bakar perjuangan. Bulan Desember bukan hanya bulan keberuntungan baginya, tetapi juga bulan pengakuan atas kerja keras yang tak kenal lelah demi martabat pekerja migran dan pemberdayaan perempuan.

Baca Lainnya

Tanpa UU Reforma Agraria, Warga Desa Kian Terdesak Jadi Pekerja Migran di Luar Negeri

15 September 2026 - 18:58 WIB

Perkuat Pelindungan PMI di Malaysia, BPJS Ketenagakerjaan dan PERKESO Perbarui Kerja Sama Strategis

15 September 2026 - 17:36 WIB

Mengubah Sampah Jadi Senyum: Kiprah Universal Volunteer Harumkan Nama Bangsa di Taiwan

14 September 2026 - 19:20 WIB

Menteri P2MI, Mukhtarudin, Cabut Izin PT Alfa Nusantara Perdana Akibat Penempatan Non-Prosedural

14 September 2026 - 17:45 WIB

Dua Tahun Putus Kontak, Warga Karawang Cari Keberadaan Diah Fitria di Taichung Taiwan

12 September 2026 - 17:45 WIB

Trending di Berita