Menu

Mode Gelap
Perempuan Sukabumi Pukau Dunia Lewat Tari Jaipong di Pembukaan Asian Games 2026 Jepang Aturan Baru Perawat Lansia di HK Bikin PMI Senior Nyesek: Pengalaman Kalah Sama Selembar Kertas Neni Rosini: Mantan Pekerja Migran di Arab Saudi, Jadi Penulis Novel Digital Berprestasi Terbesar Sepanjang Sejarah, DPR Tetapkan Anggaran KP2MI Tahun 2027 Sebesar Rp3,9 Triliun Gempar! Podcast Faisal Soh. Bongkar Kesaksian CPMI Korban PT Cincau Ketum SPKP, Nursalim, Desak KP2MI Maksimalkan Anggaran Rp3,9 Triliun untuk Pelindungan Nyata

Berita

Frustasi Tidak Digaji. Pupung PMI Bandung Barat Bunuh Diri Menjatuhkan Diri di Arab Saudi

badge-check


					Ilustrasi Pupung Jatuh Perbesar

Ilustrasi Pupung Jatuh

Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Desa Girimukti, Kecamatan Saguling, Kabupaten Bandung Barat (KBB), bernama Pupung (29), meninggal dunia di Arab Saudi setelah menjatuhkan diri dari lantai duia rumah majikannya pada 18 Desember 2025.

Menurut keterangan Dinas Ketenagakerjaan KBB, Pupung menjatuhkan diri dari lantai dua rumah majikannya karena menghadapi beban kerja dan upah yang tidak dibayarkan. Akibat jatuh dari ketinggian, ia mengalami luka serius hingga akhirnya meninggal dunia setelah sempat dirawat di rumah sakit.

Kepala Bidang Pelatihan Produktivitas Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi (P3TKT) Disnaker KBB, Dewi Andani, menjelaskan bahwa kasus ini menunjukkan adanya persoalan serius dalam perlindungan PMI.

“Pupung berusaha melarikan diri karena tekanan kerja dan tidak menerima gaji. Kondisi ini menimbulkan tekanan mental yang berat,” ujarnya pada Senin, 29 Desember 2025.

Hasil penelusuran menunjukkan bahwa Pupung berangkat ke Arab Saudi pada tahun 2022 secara ilegal, tanpa melalui prosedur resmi penempatan PMI. Karena itu, ia tidak terdaftar di Disnaker KBB maupun dalam sistem perlindungan PMI.

“Prosedur keberangkatannya tidak resmi sehingga datanya tidak ada di kami,” tambah Dewi.

Pemerintah daerah kini berkoordinasi dengan BP3MI Jawa Barat, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia serta KBRI di Arab Saudi untuk memastikan pemulangan jenazah ke tanah air dan memperjuangkan hak-hak korban yang belum dibayarkan selama bekerja.

Dewi menegaskan bahwa kasus Pupung menjadi pengingat penting bagi masyarakat agar tidak tergiur dengan iming-iming penghasilan besar dari pihak yang menawarkan keberangkatan tanpa prosedur resmi. “Kami mengingatkan warga KBB untuk selalu mengikuti mekanisme penempatan PMI yang sah, agar terlindungi secara hukum dan mendapatkan hak-hak ketenagakerjaan secara penuh,” katanya.

Sementara itu menurut Ketua Umum Persatuan Buruh Migran Anwar Ma’arif menanggapi bahwa penting juga bagi pemerintah menindak tegas pelaku penempatan penempatan non prosedur melalui bandara dan pelabuhan yang selama kurang lebih sepuluh tahun ini terkesan dibiarkan.

Berdasarkan data terbuka, ada lima Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia yang bermain yaitu: PT AAD, PT TIM, PT MKM, PT APN dan PT MDS.

“Diantara perusahaan tersebut ada yang izin dan enjaznya hidup, ada juga yang izinnya mati tapi enjaznya hidup,” pungkasnya, seraya menekankan jika pemerintah dan aparat penegak hukumnya tegas tidak ada Pupung-Pupung berikutnya.

Baca Lainnya

Perempuan Sukabumi Pukau Dunia Lewat Tari Jaipong di Pembukaan Asian Games 2026 Jepang

22 September 2026 - 09:48 WIB

Aturan Baru Perawat Lansia di HK Bikin PMI Senior Nyesek: Pengalaman Kalah Sama Selembar Kertas

20 September 2026 - 22:13 WIB

Neni Rosini: Mantan Pekerja Migran di Arab Saudi, Jadi Penulis Novel Digital Berprestasi

19 September 2026 - 19:13 WIB

Terbesar Sepanjang Sejarah, DPR Tetapkan Anggaran KP2MI Tahun 2027 Sebesar Rp3,9 Triliun

19 September 2026 - 08:32 WIB

Gempar! Podcast Faisal Soh. Bongkar Kesaksian CPMI Korban PT Cincau

18 September 2026 - 23:59 WIB

Trending di Berita