Humas Perkumpulan Pengusahan Pekerja Migran Indonesia (Perpemindo) Halili Priyadi woro-woro kepada seluruh pengusaha Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) agar hati-hati dengan penipuan dengan modus mengaku sebagai suruhan Dirjen Penempatan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) Ahnas.
“Manteman P3MI semua, info kpd pic pt masing2 jika di tlp oleh seseorang dr KP2MI dan mengaku orgnya pak dirjen Ahnas, itu adalah penipu alias scam krn kl asli dr KP2MI jika mau melakukan panggilan terhadap P3MI melalui surat resmi yg di email ke alamat email kita atau melalui asosiasi masing2 P3MI,” ujar Halili Priyadi Humas Perpemindo.
Menurut Halili, praktiknya penipu itu japri melalui pesan whatsap untuk memperkenalkan diri lalu kemudian melakukan panggilan. Setelah itu penipu ingin mengatur jadwal pemanggilan. Akhirnya disuruh menghubungi nomor palsu Dirjen Penempatan Ahnas. Seperti yang dialami oleh Ida Person in Charge (PIC) dari P3MI AllQurrni Bagas Pratama pada Senin, 10/11/2025 kemarin.
Menghadapi gelagat yang mencurigakan tersebut, Ida kemudian merekam percakapannya dengan penipu tersebut. Berikut salah satu percakapan rekaman suara dengan penipu tersebut:
“Cuma beliau minta hubungan dari Al-Qurni, kalau ada waktu ibu ida kontak dulu ke pak Dirjen biar kita atur skejulnya kita atur waktunya,” kata penipu.
“Kebetulan suami saya sering interaksi dengan KP2MI pusat karena kan dilapangan, kalau saya kan pegang sistem saja,” jawab Ida.
“Mungkin beliaulah yang menyampaikan tadi, Pak Ahnas bilang tolong sampaikan ke pihak Allqurrni supaya menghubungi saya siang ini, kalau memang ada waktu mungkin ibu saya kirimkan nomor Pak Dirjen, biar kita atur skejulnya kapan acara pemanggilan, atau ya bu ya, jadi saya tunggu ya bu ya, kordinasi langsung ke beliau, karena segala sesuatunya beliau yang menghendel, kalau beliau sampaikan besok skejulnya, mungkin kita akan kirim undangannya sore ini,” tegas penipu.
Diduga jika Ida menghubungi nomor itu, Dirjen Penempatan Ahnas yang palsu akan menggertak halus dengan mengancam akan dikenakan sanksi, lalu menggiring agar diselesaikan dengan cara penyuapan.
Dua nomor ponsel yang digunakan penipu yaitu:
- Hery: 9812 2857 9567
- Dirjen palsu: 0877 6806 5121








