Menu

Mode Gelap
PSP Indonesia dan Jangkar Karat Kunjungi Keluarga ABK Migran Korban Kecelakaan di Busan Waketum Perpemindo, Herman Suprayogi: Dualisme Kebijakan Pusat Menyusahkan Pengusaha Dedi Mulyadi: Punya Anak Balita, Perempuan Jawa Barat Dilarang Kerja ke Luar Negeri! Kado Pahit Hari Pelaut Sedunia 2026: 4 Pelaut Indonesia Disandera Perompak Somalia Eni Lestari Raih Penghargaan Artidjo Alkostar 2026 dari FH UII, Bukti Pengakuan Perjuangan Buruh Migran Hari Pelaut Sedunia: Mengenang Hilangnya Kapal LCT CITA XX, 1,5 Tahun Tanpa Kepastian

Berita

PSP Indonesia dan Jangkar Karat Kunjungi Keluarga ABK Migran Korban Kecelakaan di Busan

badge-check


					Ketum PSP Indonesia, Muhamad Kafandi dan Ketum Jangkar Karat, Ari Purboyo Kunjungi Keluarga Riyanto Perbesar

Ketum PSP Indonesia, Muhamad Kafandi dan Ketum Jangkar Karat, Ari Purboyo Kunjungi Keluarga Riyanto

Brebes — Rasa duka dan solidaritas berpadu dalam sebuah kunjungan yang penuh makna di Kecamatan Songgom, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

Pejuang Suara Pelaut (PSP) Indonesia, bersama Serikat Pekerja Jangkar Karat Indonesia (SPJKI) dan para alumni Aanak Buah Kapal (ABK) Busan mendatangi kediaman keluarga Riyanto, ABK migran yang menjadi korban kecelakaan tragis di perairan Busan, Korea Selatan.

Kunjungan ini dihadiri oleh Ketua Umum  PSP Indonesia, Muhamad Kafandi, Ketua Umum SPJKI, Ari Purboyo, serta sejumlah alumni ABK yang pernah bekerja di Busan.

Mereka datang untuk memberikan dukungan moril kepada orang tua dan kerabat Riyanto yang tengah berduka.

Menurut Kafandi, sebelumnya pada Kamis, 25 Juni 2026, sebuah kapal penangkap ikan berbobot 79 ton tenggelam setelah bertabrakan dengan kapal pengangkut LPG di perairan Busan, Korea Selatan.

“Dari delapan awak kapal migran, empat ABK Indonesia selamat dan kini dirawat di RS Haedong, Busan. Satu kapten kapal Korea meninggal dunia. Dua ABK Indonesia berinisial H.S. dan R. Hingga kini masih dalam pencarian,” ujarnya pada 29 Juni 2026.

Selain memberikan dukungan langsung dari sesama komunitas pelaut, rombongan juga menyampaikan pesan duka resmi dari Direktur Jenderal Pelindungan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), Rinardi.

Dalam pesannya, Dirjen Rinardi menegaskan komitmen negara untuk mengawal seluruh hak-hak Riyanto, mulai dari proses pencarian yang masih berlangsung hingga pengurusan asuransi ketenagakerjaan, agar dapat dipenuhi dengan cepat dan tanpa hambatan.

“Kami datang sebagai saudara. Rasa sakit yang keluarga rasakan di Songgom ini, juga merobek hati kami sesama pelaut yang pernah mengais rezeki di Busan,” kata Muhamad Kafandi dengan suara bergetar saat menyampaikan kepeduliannya kepada keluarga.

Sementara itu menurut Ketum SPJKI, Ari Purboyo mengatakan bahwa keselamatan dan kesehatan kerja harus menjadi kesadaran semua ABK Indonesia.

“Keselamatan adalah panglima tertinggi dari siklus bekerja,” katanya mengambil hikmah dari peristiwa yang menyayat keluarga ABK migran.

Para alumni ABK yang hadir secara bergantian berbagi kenangan kebaikan Riyanto semasa bekerja bersama. Bagi mereka, Riyanto adalah sosok pekerja keras dan ramah, yang berani pergi jauh merantau ke negeri orang demi mengangkat derajat keluarga di kampung halaman.

Kunjungan ini merupakan bentuk nyata solidaritas komunitas pelaut Indonesia terhadap sesama ABK yang menjadi korban kecelakaan di laut.

Di tengah proses pencarian yang masih berlangsung, kehadiran langsung dari sesama pelaut dan penyampaian komitmen resmi pemerintah, menjadi penopang kekuatan bagi keluarga yang menunggu dengan penuh harap.

Acara kunjungan ditutup dengan doa bersama yang khidmat untuk keselamatan dan kepulangan Saudara Riyanto.

Peristiwa ini menjadi pengingat keras bahwa penguatan kesadaran keselamatan kerja, penerapan standar kerja yang layak, serta perlindungan menyeluruh bagi ABK migran harus segera diwujudkan, bukan hanya di atas kertas, tetapi nyata di tengah lautan.

Baca Lainnya

Waketum Perpemindo, Herman Suprayogi: Dualisme Kebijakan Pusat Menyusahkan Pengusaha

28 Juni 2026 - 15:17 WIB

Dedi Mulyadi: Punya Anak Balita, Perempuan Jawa Barat Dilarang Kerja ke Luar Negeri!

26 Juni 2026 - 09:17 WIB

Kado Pahit Hari Pelaut Sedunia 2026: 4 Pelaut Indonesia Disandera Perompak Somalia

25 Juni 2026 - 11:46 WIB

Eni Lestari Raih Penghargaan Artidjo Alkostar 2026 dari FH UII, Bukti Pengakuan Perjuangan Buruh Migran

24 Juni 2026 - 17:51 WIB

Hari Pelaut Sedunia: Mengenang Hilangnya Kapal LCT CITA XX, 1,5 Tahun Tanpa Kepastian

24 Juni 2026 - 10:52 WIB

Trending di Berita