Menu ✖

Mode Gelap
Judy Houyai, Kegiatan Pasti Ada Solusi Bersama 8 Kementerian di Hong Kong Dinilai Edan dan Gila Antara Kerakusan Agensi, Panggung Sandiwara Sosial, dan Realitas Pahlawan Devisa Ditempatkan Secara Ilegal ke Dubai, Keluarga Almarhumah Dede Nuraeni Gagal Dapatkan Santunan Rp85 Juta Sakit Parah di Kuching Malaysia, Sumiyati, PMI Asal Karawang Dipulangkan ke Pontianak Kalbar Kementerian Tenaga Kerja Taiwan Guyur Rp1 Triliun Atasi Krisis Perawat Migran Kaburan Kisah Apri, Gagal Sebagai Awak Kapal Ikan Migran, Kini Sukses Bisnis Travel Pariwisata di Malang

Berita

PSP Indonesia dan Jangkar Karat Kunjungi Keluarga ABK Migran Korban Kecelakaan di Busan

badge-check


					Ketum PSP Indonesia, Muhamad Kafandi dan Ketum Jangkar Karat, Ari Purboyo Kunjungi Keluarga Riyanto Perbesar

Ketum PSP Indonesia, Muhamad Kafandi dan Ketum Jangkar Karat, Ari Purboyo Kunjungi Keluarga Riyanto

Brebes — Rasa duka dan solidaritas berpadu dalam sebuah kunjungan yang penuh makna di Kecamatan Songgom, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

Pejuang Suara Pelaut (PSP) Indonesia, bersama Serikat Pekerja Jangkar Karat Indonesia (SPJKI) dan para alumni Aanak Buah Kapal (ABK) Busan mendatangi kediaman keluarga Riyanto, ABK migran yang menjadi korban kecelakaan tragis di perairan Busan, Korea Selatan.

Kunjungan ini dihadiri oleh Ketua Umum  PSP Indonesia, Muhamad Kafandi, Ketua Umum SPJKI, Ari Purboyo, serta sejumlah alumni ABK yang pernah bekerja di Busan.

Mereka datang untuk memberikan dukungan moril kepada orang tua dan kerabat Riyanto yang tengah berduka.

Menurut Kafandi, sebelumnya pada Kamis, 25 Juni 2026, sebuah kapal penangkap ikan berbobot 79 ton tenggelam setelah bertabrakan dengan kapal pengangkut LPG di perairan Busan, Korea Selatan.

“Dari delapan awak kapal migran, empat ABK Indonesia selamat dan kini dirawat di RS Haedong, Busan. Satu kapten kapal Korea meninggal dunia. Dua ABK Indonesia berinisial H.S. dan R. Hingga kini masih dalam pencarian,” ujarnya pada 29 Juni 2026.

Selain memberikan dukungan langsung dari sesama komunitas pelaut, rombongan juga menyampaikan pesan duka resmi dari Direktur Jenderal Pelindungan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), Rinardi.

Dalam pesannya, Dirjen Rinardi menegaskan komitmen negara untuk mengawal seluruh hak-hak Riyanto, mulai dari proses pencarian yang masih berlangsung hingga pengurusan asuransi ketenagakerjaan, agar dapat dipenuhi dengan cepat dan tanpa hambatan.

“Kami datang sebagai saudara. Rasa sakit yang keluarga rasakan di Songgom ini, juga merobek hati kami sesama pelaut yang pernah mengais rezeki di Busan,” kata Muhamad Kafandi dengan suara bergetar saat menyampaikan kepeduliannya kepada keluarga.

Sementara itu menurut Ketum SPJKI, Ari Purboyo mengatakan bahwa keselamatan dan kesehatan kerja harus menjadi kesadaran semua ABK Indonesia.

“Keselamatan adalah panglima tertinggi dari siklus bekerja,” katanya mengambil hikmah dari peristiwa yang menyayat keluarga ABK migran.

Para alumni ABK yang hadir secara bergantian berbagi kenangan kebaikan Riyanto semasa bekerja bersama. Bagi mereka, Riyanto adalah sosok pekerja keras dan ramah, yang berani pergi jauh merantau ke negeri orang demi mengangkat derajat keluarga di kampung halaman.

Kunjungan ini merupakan bentuk nyata solidaritas komunitas pelaut Indonesia terhadap sesama ABK yang menjadi korban kecelakaan di laut.

Di tengah proses pencarian yang masih berlangsung, kehadiran langsung dari sesama pelaut dan penyampaian komitmen resmi pemerintah, menjadi penopang kekuatan bagi keluarga yang menunggu dengan penuh harap.

Acara kunjungan ditutup dengan doa bersama yang khidmat untuk keselamatan dan kepulangan Saudara Riyanto.

Peristiwa ini menjadi pengingat keras bahwa penguatan kesadaran keselamatan kerja, penerapan standar kerja yang layak, serta perlindungan menyeluruh bagi ABK migran harus segera diwujudkan, bukan hanya di atas kertas, tetapi nyata di tengah lautan.

Baca Lainnya

Judy Houyai, Kegiatan Pasti Ada Solusi Bersama 8 Kementerian di Hong Kong Dinilai Edan dan Gila

22 Oktober 2026 - 17:49 WIB

Antara Kerakusan Agensi, Panggung Sandiwara Sosial, dan Realitas Pahlawan Devisa

22 Oktober 2026 - 16:57 WIB

Ditempatkan Secara Ilegal ke Dubai, Keluarga Almarhumah Dede Nuraeni Gagal Dapatkan Santunan Rp85 Juta

21 Oktober 2026 - 19:20 WIB

Sakit Parah di Kuching Malaysia, Sumiyati, PMI Asal Karawang Dipulangkan ke Pontianak Kalbar

21 Oktober 2026 - 18:50 WIB

Kementerian Tenaga Kerja Taiwan Guyur Rp1 Triliun Atasi Krisis Perawat Migran Kaburan

20 Oktober 2026 - 21:34 WIB

Trending di Berita