Menu

Mode Gelap
Polisi Korsel, Tetapkan Pelaut Migran Indonesia yang Meninggal Sebagai Korban Trafficking Istilah “Perseorangan” Dalam UU PPMI Dinilai Membingungkan, Harus Direvisi Layanan Visa PMI ke Turki Capai RP6,5 Juta, Garda Prabowo Ancam Demo VFS Global PM Thailand Janji ke Prabowo Percepat Pemulangan 500 WNI Korban Online Scam Garda Prabowo Ancam Demo Kemen P2MI: Buka Layanan PMI ke Arab Saudi, Tutup Penempatan Ilegal Ketum Aspataki, Saiful Mashud: Penempatan PRT ke Arab Saudi Itu Boleh, Tidak Melanggar Hukum

Berita

Muhammad Anak PMI Yordania Pikat Warga Cikampek, Gantengnya Jadi Selebritas Dadakan

badge-check


					Foto Muhammad Bakry bersama Ibunya Lina dan Anwar Ma'arif Ketua Persatuan Buruh Migran Perbesar

Foto Muhammad Bakry bersama Ibunya Lina dan Anwar Ma'arif Ketua Persatuan Buruh Migran

KARAWANG – Baru beberapa hari menginjakkan kaki di tanah kelahiran sang ibu, Muhammad (7), anak dari Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Karawang, mendadak viral dan menjadi “selebritas” di lingkungannya. Bocah tampan ini baru saja tiba dari Yordania bersama ibunya, Lina, pada Sabtu (10/1/2026).

Kini, setiap kali Muhammad melangkah keluar rumah di Desa Dawuan Tengah, Kecamatan Cikampek, warga sekitar seolah tak ingin melewatkan momen untuk berinteraksi atau sekadar mengabadikan foto bersama.

Jadi Pusat Perhatian di Lapangan Bola

Daya tarik Muhammad terlihat jelas saat ia diajak sang paman, Asep, melihat pertandingan sepak bola antarkampung (tarkam) baru-baru ini. Bukannya fokus ke arah bola, perhatian penonton justru teralihkan oleh kehadiran Muhammad.

“Waktu dibawa ke lapangan nonton bola, banyak penonton yang malah minta foto bareng. Katanya ganteng banget, wajahnya khas orang Arab,” ujar Asep saat pada Selasa (14/1/2026).

Tak hanya di lapangan, sepanjang perjalanan pulang pun Muhammad terus menjadi buah bibir. Banyak warga yang penasaran dan melontarkan pujian. “Banyak yang bilang, ‘Ganteng banget, anaknya siapa sih?’ gitu,” tambah Asep sembari tertawa.

Malu-Malu dan Kendala Bahasa

Meski menjadi pusat perhatian, Muhammad rupanya masih merasa canggung. Karena lahir dan besar di Yordania, ia belum bisa berkomunikasi dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Sunda.

“Muhammad sepertinya malu-malu, tapi dia tidak bisa menolak kalau diajak foto bareng. Dia hanya bisa senyum-senyum saja karena memang belum mengerti bahasanya,” tambah bibinya Leni.

Rumah Mendadak “Inggris”

Menurut Leni, kehadiran Muhammad tidak hanya mengubah suasana desa, tapi juga kebiasaan di dalam rumah. Demi berkomunikasi dengan sang keponakan, keluarga besar Lina kini harus menyesuaikan dan menggunakan bahasa Inggris.

Leni menceritakan bahwa suasana rumah kini jadi penuh dengan celotehan bahasa asing. “Semenjak ada Muhammad, seisi rumah mendadak jadi ‘Inggris’.

“Kalau mau ajak main atau jalan, kami bilangnya, ‘Muhammad, come on! Let’s go!’,” tuturnya.

Meski masih dalam proses adaptasi, kehadiran Muhammad memberikan warna baru dan keceriaan bagi warga Desa Dawuan Tengah yang terpikat oleh keramahan dan paras menawan bocah cilik dari Yordania tersebut.

Baca Lainnya

Polisi Korsel, Tetapkan Pelaut Migran Indonesia yang Meninggal Sebagai Korban Trafficking

6 Agustus 2026 - 18:53 WIB

Istilah “Perseorangan” Dalam UU PPMI Dinilai Membingungkan, Harus Direvisi

6 Agustus 2026 - 15:39 WIB

Layanan Visa PMI ke Turki Capai RP6,5 Juta, Garda Prabowo Ancam Demo VFS Global

5 Agustus 2026 - 16:01 WIB

PM Thailand Janji ke Prabowo Percepat Pemulangan 500 WNI Korban Online Scam

4 Agustus 2026 - 14:16 WIB

Garda Prabowo Ancam Demo Kemen P2MI: Buka Layanan PMI ke Arab Saudi, Tutup Penempatan Ilegal

4 Agustus 2026 - 13:31 WIB

Trending di Berita