Pemalang — Garis nasib seseorang memang tidak pernah ada yang tahu. Di balik kemudi dan riuh lalu lintas antar-kota hari ini, siapa sangka Apri (35) menyimpan masa lalu penuh peluh dan perjuangan pahit di tengah samudera.
Pria asal Pemalang, Jawa Tengah, yang kini telah dikaruniai dua orang anak tersebut, pernah merasakan getirnya hidup sebagai Awak Kapal Migran di laut lepas sebelum akhirnya sukses membangun bisnis transportasi lokal.
Pahitnya Samudera Afrika Selatan
Kisah perjuangan Apri bermula pada tahun 2015. Saat itu ia masih berusia 24 tahun. Demi menafkahi keluarga, ia memutuskan berangkat menjadi Awak Kapal Ikan Migran dan bekerja di kapal berbendera China. Area fishing groundnya di kawasan Capetown, Afrika Selatan.
Namun, mimpi mengubah nasib justru berbuah getir. Pengalaman naas menghampirinya, hak-haknya tak dipenuhi dan gajinya sama sekali tidak dibayar. Bahkan pada saat kapalnya ditangkap, Apri juga sempat dipenjara imigrasi selama dua setengah bulan karena semua dokumen ditahan agensi.
Ia bersama ratusan korban lainnya, akhirnya dipulangkan setelah otoritas setempat melelang kapal ikan tersebut. Di tengah ketidakpastian penanganan kasus oleh pemerintah, Apri memilih bangkit dan tidak membiarkan hidupnya terpuruk dalam trauma.
“Pengalaman pahit di laut bukan alasan untuk berhenti. Kalau di samudera saja kita bertahan, di darat kita harus bisa melangkah lebih jauh.”ujarnya pada Selasa (20/10/2026).
Banting Setir dari Supir Cadangan Hingga 16 Armada
Sekembalinya ke tanah air, Apri memulai segalanya dari nol. Tanpa gengsi, ia meniti karier di dunia transportasi darat dengan menjadi supir cadangan. Dari balik kemudi orang lain, ia tak sekadar menyetir, tetapi juga mempelajari seluk-beluk industri perjalanan, membaca peluang pasar, serta mengasah keterampilan jaringan.
Kegigihannya berbuah manis. Perlahan tapi pasti, Apri mampu membeli unit kendaraan pertamanya sendiri untuk melayani jalur travel lokal. Tak berhenti di situ, ia juga melebarkan sayap menjadi marketing bagi Perusahaan Otobus (PO) untuk travel jarak jauh.
“Kini, buah manis dari perjuangan pantang menyerah itu telah nyata. Usaha travel yang didirikannya berkembang pesat dan telah memiliki 16 armada dengan berbagai kapasitas penumpang. Ada kapasitas Kecil untuk 7 Penumpang, ada kapasitas Sedang & Besar, 35 hingga 60 penumpang,” jelasnya
Kunci Sukses: Gigih, Konsisten dan Adaptif
Di tengah ketatnya persaingan bisnis transportasi, Apri membeberkan prinsip utama yang selalu dipegangnya hingga meraih kesuksesan. Gigih, konsistensi dan kemampuan beradaptasi.
“Konsisten dalam Layanan, menjaga keandalan armada, ketepatan waktu, dan kenyamanan penumpang,” itulah yang menjadikan bisnisnya berkembang,” tambahnya.
Adaptif terhadap Tren
Selain itu ia juga selalu mengikuti perkembangan zaman, baik dalam hal strategi pemasaran digital maupun penyesuaian rute sesuai kebutuhan masyarakat modern.
Tetap Membantu Sesama Mantan ABK Migran
Meski kini telah digolongkan sebagai pengusaha sukses, Apri tidak pernah lupa pada akar sejarahnya. Pria yang membumi ini sadar betul betapa beratnya perjuangan para pekerja migran di laut.
Hingga hari ini, Apri menyisihkan uluran tangan dan bantuan bagi para mantan ABK Migran yang membutuhkan, baik berupa pendampingan, informasi peluang kerja di darat, maupun bantuan sosial.
Bagi Apri, kesuksesan sejati bukanlah seberapa banyak armada yang dimiliki, melainkan seberapa besar manfaat yang bisa ia bagikan kepada sesama yang pernah bernasib sama









