Bulukumba — Komunitas Balla’ta Migran Kabupaten Bulukumba Sulawesi Selatan terus bergerak memperkuat barisan perlindungan dan pemberdayaan berbasis komunitas.
Sebagai langkah nyata memperkokoh kepemimpinan perempuan di tingkat akar rumput, Balla’ta Migran hari ini sampai besok menggelar Training Penguatan Organisasi, Kepemimpinan Komunitas, dan Advokasi Perempuan Purna Migran pada Sabtu–Minggu, 10–11 Oktober 2026.
Kegiatan pelatihan yang dirancang berjalan selama dua hari penuh ini bertempat di Desa Anrang, Kecamatan Rilau Ale, Kabupaten Bulukumba, dan diikuti oleh 20 orang perempuan purna pekerja migran yang merupakan anggota aktif Komunitas Balla’ta Migran.
Koordinator Balla’ta Migran, Sahwiah, menyampaikan bahwa pelatihan ini dirancang sebagai ruang konsolidasi dan peningkatan kapasitas agar para perempuan purna migran memiliki daya tawar serta ketahanan yang kuat dalam mengawal hak-hak mereka.
“Balla’ta Migran lahir sebagai ruang bersama bagi perempuan purna pekerja migran dan keluarga buruh migran untuk saling belajar, berbagi pengalaman, serta memperkuat solidaritas. Lewat pelatihan ini, kami ingin memastikan advokasi dan perlindungan buruh migran tidak hanya datang dari luar, tetapi lahir dari kepemimpinan perempuan purna migran itu sendiri,” ujar Sahwiah.
Gandeng Persatuan Buruh Migran Sulawesi Selatan
Guna memperkaya wawasan serta membagikan praktik-praktik baik dalam kerja pengorganisasian, Balla’ta Migran secara resmi mengundang pengurus Persatuan Buruh Migran Sulawesi Selatan untuk hadir langsung sebagai fasilitator dan narasumber utama selama dua hari pelaksanaan.
Kolaborasi ini diharapkan dapat mentransfer pengetahuan strategis dan pengalaman penanganan kasus yang telah bertahun-tahun dijalankan oleh Persatuan Buruh Migran di tingkat regional maupun nasional.
Empat Fokus Utama Pelatihan
Pelatihan intensif ini akan membekali para peserta dengan empat materi kunci yang disesuaikan dengan kebutuhan riil di lapangan:
- Penguatan Struktur Organisasi: Membangun tata kelola komunitas yang solid, mandiri, dan berkelanjutan di tingkat lokal.
- Pengembangan Kepemimpinan Perempuan: Mendorong keberanian serta keterampilan perempuan purna migran dalam mengambil peran kepemimpinan sosial dan publik.
- Pembangunan Sistem Rujukan Kasus: Menyusun mekanisme penerimaan laporan dan alur rujukan pendampingan kasus penempatan non prosedural dan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) maupun pelanggaran hak kerja yang dialami oleh buruh migran.
- Strategi Advokasi Bersama: Merumuskan langkah-langkah advokasi kebijakan di tingkat desa hingga kabupaten untuk mendorong hadirnya perlindungan yang berpihak pada buruh migran.
Harapan Masa Depan bagi Perempuan Purna Migran
Melalui pelatihan ini, Balla’ta Migran berharap Desa Anrang dan wilayah sekitarnya di Kabupaten Bulukumba dapat menjadi basis komunitas yang responsif dan tangguh dalam merespons berbagai persoalan migrasi ketenagakerjaan.
“Besar harapan kami, proses belajar bersama ini dapat melahirkan kader-kader perempuan purna migran yang cerdas, berani, dan mampu memimpin perubahan serta merespons berbagai krisis ketenagakerjaan di lingkungan sekitarnya secara mandiri,” pungkas Sahwiah.
Sementara itu, pengurus Persatuan Buruh Migran Sulawesi Selatan, Suryanti, mengaku sangat menyambut baik kegiatan Balla’ta Migran, karena pendidikan dan pelatihan dapat meningkatkan kesadaran hak peserta pelatihan.
“Mengutip Firman Allah SWT, niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Ilmu dapat diperoleh melalui pendidikan dan pelatihan,” pungkas Suryanti Sekretaris Persatuan Buruh Migran Sulawesi Selatan.










